Ntvnews.id, Gaza - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuding pendudukan Zionis Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kehancuran besar-besaran di Jalur Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan Abbas pada Kamis. 22 Januari 2026 dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Kami, Tuan Presiden, sudah sangat menderita di tanah Palestina kami, seperti yang Anda ketahui dengan baik, selama penjajahan Israel, yang telah menyebabkan kehancuran di Jalur Gaza dan di Tepi Barat Yerusalem," kata Presiden Abbas saat berbicara dengan Putin.
Abbas memaparkan bahwa tingkat kerusakan dan korban akibat konflik di Jalur Gaza telah mencapai skala yang sangat parah. Ia menyebut dampak kemanusiaan yang ditimbulkan hampir melumpuhkan seluruh wilayah tersebut.
Baca Juga: Mahmoud Abbas Pastikan Pemilu Palestina Digelar Usai Perang Gaza
"Saya ingin memberikan beberapa data. Jumlah korban tewas dan terluka di Jalur Gaza telah mencapai 260.000 orang. Ada lagi ribuan orang lainnya yang terluka di Tepi Barat. Skala kehancurannya begitu dahsyat; Jalur Gaza hampir hancur total. Delapan puluh lima persen infrastruktur hancur," katanya.
Sebelumnya, pada Desember lalu, Abbas menegaskan bahwa pembentukan negara Palestina yang merdeka merupakan keniscayaan. Ia menyatakan rakyat Palestina terus melangkah secara konsisten menuju kebebasan dan kemerdekaan.
Dalam pernyataan terpisah yang disiarkan Kantor Berita Palestina, WAFA, Abbas kembali menekankan pentingnya terwujudnya negara Palestina yang berdaulat sepenuhnya dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Ia juga menegaskan hak pemulangan para pengungsi Palestina sesuai dengan resolusi internasional serta Inisiatif Perdamaian Arab.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)