Putin Tuduh Denmark Perlakukan Greenland Bak Koloni

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jan 2026, 12:37
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin menyoroti hubungan Denmark dengan Greenland dan menilai Kopenhagen selama ini memperlakukan wilayah Arktik tersebut layaknya koloni. Pernyataan itu disampaikan Putin saat menanggapi kembali wacana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin membeli Greenland, pulau otonom yang masih berada di bawah kedaulatan Denmark.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan Nasional Rusia di Kremlin, Rabu (22/1/2026), Putin menyebut perlakuan Denmark terhadap Greenland tidak mencerminkan hubungan yang setara. Menurutnya, sejarah panjang kolonialisme masih membekas dalam cara Denmark mengelola wilayah tersebut.

“Denmark selalu memperlakukan Greenland seperti koloni, bahkan bisa dikatakan cukup keras, jika tidak kejam,” ujar Putin.

Meski demikian, Putin menegaskan Rusia tidak memiliki kepentingan dalam polemik kepemilikan Greenland. Ia menilai isu tersebut sepenuhnya menjadi urusan antara Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat.

“Ini jelas bukan masalah kami. Saya pikir mereka akan menyelesaikannya sendiri,” katanya.

Putin juga mengingatkan bahwa pembelian wilayah oleh Amerika Serikat bukanlah hal baru. Ia menyinggung pembelian Alaska dari Rusia pada 1867, serta akuisisi Kepulauan Virgin AS dari Denmark pada 1916. Dalam konteks itu, Putin berpendapat Amerika Serikat secara finansial mampu membeli Greenland, bahkan menyebut nilai pulau tersebut bisa mencapai sekitar USD1 miliar.

Baca Juga: Ini 8 Kebijakan Solikin Juhro Kalau Terpilih jadi Deputi Gubernur BI

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan Moskow tidak memiliki rencana untuk ikut campur dalam urusan Greenland. Pernyataan tersebut disampaikannya kepada wartawan sehari sebelumnya, menepis spekulasi keterlibatan Rusia dalam isu strategis di kawasan Arktik.

Di sisi lain, pemerintah Denmark dengan tegas menolak wacana pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen, yang berbicara di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, menegaskan kedaulatan Greenland tidak untuk diperjualbelikan.

Penegasan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan, termasuk aksi demonstrasi warga Greenland yang menolak klaim Donald Trump atas pulau tersebut. Greenland sendiri pernah dijajah Denmark sejak abad ke-18 dan memperoleh pemerintahan sendiri pada 1979, meski urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri masih berada di tangan Kopenhagen.

Secara historis, Amerika Serikat memiliki kepentingan strategis di Greenland. Washington pernah mengerahkan pasukan ke wilayah itu selama Perang Dunia II dan hingga kini mempertahankan pangkalan udara di bagian barat laut pulau tersebut.

Isu Greenland pun kembali menjadi sorotan global, tidak hanya sebagai persoalan kedaulatan, tetapi juga terkait kepentingan geopolitik di kawasan Arktik yang semakin strategis.

x|close