Ntvnews.id, Ottawa - Seorang pria asal Kanada diketahui menyamar sebagai pilot dan pramugara dengan memanfaatkan kartu identitas palsu agar bisa menikmati penerbangan gratis. Aksi penyamaran itu dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama.
Pria tersebut bernama Dallas Pokornik (33). Ia bukan sosok asing di dunia penerbangan karena pernah bekerja sebagai pramugara di sebuah maskapai berbasis di Toronto pada periode 2017 hingga 2019.
Dilansir dari CNA, Senin, 26 Januari 2026, Pokornik ditangkap di Panama setelah didakwa melakukan penipuan elektronik (wire fraud) oleh pengadilan federal di Hawaii pada Oktober 2025. Setelah diekstradisi ke Amerika Serikat (AS), ia menyatakan tidak bersalah pada Selasa, 20 Januari 2026.
Berdasarkan dokumen pengadilan, Pokornik memanfaatkan identitas karyawan maskapai palsu yang berkaitan dengan masa kerjanya dulu untuk memperoleh tiket khusus yang sejatinya hanya diperuntukkan bagi pilot dan pramugara di tiga maskapai berbeda.
Baca Juga: Menteri KKP Trenggono Pingsan Saat Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500
Jaksa AS mengungkapkan bahwa Pokornik bahkan sempat mengajukan permintaan untuk duduk di kursi tambahan di kokpit atau jump seat, yang biasanya hanya digunakan oleh pilot yang sedang tidak bertugas. Namun, berkas pengadilan tidak merinci apakah permintaan tersebut benar-benar pernah dikabulkan. Kantor Kejaksaan AS pun enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.
Dalam dakwaan, identitas maskapai yang memberinya penerbangan gratis tidak disebutkan secara rinci, kecuali lokasi basisnya, yakni Honolulu, Chicago, dan Fort Worth, Texas.
Maskapai Hawaiian Airlines, United Airlines, dan American Airlines yang masing-masing berbasis di kota-kota tersebut belum memberikan tanggapan saat dimintai komentar oleh Associated Press.
ilustrasi pesawat. (Pixabay)
Sementara itu, dokumen pengadilan juga tidak mencantumkan nama maskapai yang berbasis di Toronto tempat Pokornik pernah bekerja. Air Canada, yang berkantor pusat di Montreal dan memiliki hub di Toronto, menyampaikan melalui surat elektronik bahwa pihaknya tidak menemukan catatan Pokornik pernah menjadi karyawan mereka.
Jaksa AS di Hawaii menyebut modus penyamaran tersebut berlangsung selama sekitar empat tahun. Seorang hakim federal kemudian memutuskan agar Pokornik tetap ditahan, sementara pengacara pembelanya memilih tidak berkomentar.
Kasus ini mengingatkan publik pada film "Catch Me If You Can", yang dibintangi Leonardo DiCaprio dan mengisahkan tokoh Frank Abagnale yang berpura-pura menjadi pilot untuk menipu maskapai demi mendapatkan penerbangan gratis.
Baca Juga: Black Box Pesawat ATR di Pegunungan Bulusaraung
Dalam konteks lain, pada 2023 sempat dilaporkan seorang pilot nonaktif bernama Joseph Emerson mencoba mematikan mesin pesawat Horizon Air saat berada di kokpit. Ia kemudian mengaku kepada polisi tengah berjuang melawan depresi, dan pada November lalu hakim federal menjatuhkan hukuman time served.
Belum lama ini di Indonesia, seorang perempuan bernama Khairun Nisa juga dilaporkan menyamar sebagai pramugari Batik Air yang tidak bertugas dalam penerbangan Palembang–Jakarta. Aksi tersebut terbongkar setelah awak pesawat mencurigai seragam yang dikenakannya tidak sesuai standar resmi.
Kepolisian memastikan Nisa tidak ditahan karena tidak ditemukan unsur pidana. Barang-barang terkait hanya diamankan untuk keperluan klarifikasi. Batik Air pun menegaskan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa Nisa bukan bagian dari awak maskapai mereka.
Ilustrasi Pesawat (Istimewas)