Ntvnews.id, Beijing - Pemerintah China tengah melakukan penyelidikan terhadap wakil ketua senior Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC) yang memiliki pengaruh besar, bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya, terkait dugaan pelanggaran disiplin serius. Istilah tersebut umum dipakai otoritas China untuk merujuk pada praktik korupsi.
Dilansir dari AFP, Senin, 26 Januari 2026, pengumuman ini menjadi langkah terbaru dalam kampanye besar-besaran pemberantasan korupsi yang dijalankan China di seluruh lapisan partai dan negara sejak Presiden Xi Jinping berkuasa lebih dari sepuluh tahun lalu.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan China menyebutkan, "Setelah dilakukan peninjauan ... telah diputuskan untuk memulai penyelidikan terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli,".
Kedua tokoh tersebut diduga terlibat pelanggaran berat terhadap disiplin dan hukum. Zhang Youxia yang kini berusia 75 tahun diketahui sebagai jenderal berpangkat tertinggi di China dan menjabat wakil ketua CMC paling senior.
Baca Juga: Donald Trump Pecat Pejabat Perdagangan yang Larang Mobil Buatan China Masuk Pasar AS
Selain itu, Zhang juga merupakan anggota Politbiro, yakni badan eksekutif utama Partai Komunis China yang beranggotakan 24 orang. Ia berbagi posisi wakil ketua CMC dengan Zhang Shengmin, seorang jenderal dari pasukan roket China yang dikenal tertutup dan tidak memiliki hubungan keluarga dengannya.
Zhang Shengmin sendiri baru dipromosikan ke jabatan tersebut pada Oktober lalu, setelah Beijing memecat pendahulunya dalam gelombang pemberantasan korupsi sebelumnya. Kedua jenderal ini berada langsung di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, yang menjabat ketua CMC sejak 2012.
Sementara itu, Liu Zhenli (61) menjabat sebagai kepala staf Departemen Staf Gabungan CMC, yang memiliki tanggung jawab utama dalam perencanaan operasi tempur. Isu mengenai penyelidikan terhadap Zhang Youxia dan Liu mencuat pekan ini setelah keduanya tidak terlihat menghadiri pertemuan resmi yang dipimpin Presiden Xi dan hanya dihadiri wakil ketua CMC peringkat kedua, Zhang Shengmin.
Presiden China Xi Jinping (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China) (Antara)
Presiden Xi Jinping sebelumnya menyebut korupsi sebagai 'ancaman terbesar' bagi Partai Komunis China dan menegaskan bahwa 'perang melawan korupsi tetap berat dan kompleks'.
Pendukung kebijakan ini menilai langkah tersebut sebagai upaya memperkuat pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Namun, para pengkritik menilai kampanye antikorupsi juga kerap digunakan sebagai sarana bagi Xi untuk menyingkirkan rival-rival politiknya.
Baca Juga: Siap-siap! Purbaya Akan Tindak Tegas Perusahaan China Pengemplang Pajak
Pada Oktober lalu, China mengumumkan telah memulai penyelidikan korupsi terhadap sembilan pejabat militer. Dalam rangkaian proses tersebut, Kementerian Pertahanan juga menyatakan telah memberhentikan dua jenderal senior dari dinas militer.
Kedua perwira tinggi itu adalah mantan wakil ketua CMC peringkat kedua He Weidong, serta mantan kepala departemen pekerjaan politik militer Miao Hua.
Langkah serupa juga terjadi pada 2024, ketika mantan Menteri Pertahanan China Li Shangfu dikeluarkan dari Partai Komunis setelah dicopot dari jabatannya akibat berbagai pelanggaran, termasuk dugaan suap. Pendahulunya, Wei Fenghe, juga mengalami nasib serupa dengan dikeluarkan dari partai dan diserahkan kepada jaksa atas dugaan praktik korupsi.
Bendera China (Istimewa)