Sekutu AS di Timur Tengah Desak Trump Tunda Serangan ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 11:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Sekutu Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah dilaporkan berupaya meyakinkan Presiden AS Donald Trump agar membatalkan rencana serangan terhadap Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Dilansir dari NY Times, Kamis, 29 Januari 2026, disebutkan bahwa para mitra AS itu, sebagaimana dilansir Sputnik pada Kamis, menaruh kekhawatiran bahwa potensi aksi militer Amerika Serikat ke Iran dapat memicu konflik besar yang meluas di seluruh kawasan.

Qatar, Arab Saudi, dan Oman dilaporkan telah melakukan pendekatan kepada Presiden Donald Trump untuk menahan diri dan tidak melancarkan serangan ke Iran. Laporan News Nation pada awal bulan ini, yang mengutip sumber-sumber terkait, menyebut negara-negara Teluk tersebut meminta Trump untuk “memberi Iran kesempatan.”

Sementara itu, gelombang protes terjadi di Iran pada akhir Desember 2025 seiring meningkatnya kecemasan publik terhadap lonjakan inflasi akibat melemahnya nilai tukar mata uang nasional, rial Iran.

Baca Juga: Sekjen PBB Soroti Peningkatan Kehadiran Militer AS di Teluk Persia

Aksi demonstrasi semakin meluas sejak 8 Januari, setelah adanya seruan dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979. Pada tanggal yang sama, pemerintah setempat juga dilaporkan memblokir akses internet di seluruh negeri.

Di sejumlah kota, unjuk rasa berkembang menjadi bentrokan dengan aparat kepolisian, ketika para demonstran menyuarakan slogan-slogan bernada kritik terhadap pemerintah. Laporan menyebutkan adanya korban dari pihak aparat keamanan maupun peserta aksi.

Baca Juga: UEA Tegaskan Tak Izinkan Wilayahnya Digunakan untuk Serang Iran

Sebelumnya, pada akhir Desember, Presiden Trump menyatakan dukungannya terhadap kemungkinan serangan baru ke Iran apabila Teheran tetap melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya.

Kemudian, di tengah situasi protes yang terus berlangsung di Iran, Trump kembali melontarkan ancaman akan melakukan serangan besar apabila terdapat demonstran yang tewas.

x|close