Ntvnews.id, Jakarta - Tembok pembatas di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati dilaporkan roboh diduga akibat tekanan dari tumpukan sampah yang terus menggunung.
Warga setempat, Jamal (39), mengatakan bahwa tembok tersebut telah roboh sejak awal Januari 2026, namun hingga kini belum diperbaiki.
"Sudah lama itu robohnya, sepengetahuan saya sudah roboh pas awal Januari tahun ini. Tapi sampai sekarang, ya, udah begini saja, belum dibenerin, makanya masih seperti itu," kata Jamal di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 1 April 2026.
Ia juga mengeluhkan kondisi lingkungan yang semakin tidak sehat akibat penumpukan sampah, seperti bau menyengat dan meningkatnya jumlah lalat.
"Sampah sedikit aja sudah bau, ini lagi kaya gunungan sampah, dari jauh juga udah bau banget menyengat, terus lalat jadi makin banyak. Kaya begini tidak sehat, tiap hari banyak lalat hijau," ujarnya.
Jamal berharap pemerintah daerah maupun pengelola pasar segera mengambil tindakan untuk mengangkut sampah dan memperbaiki tembok yang roboh.
Baca Juga: Pemkot Jakbar Buka Suara Penumpukan Sampah di Kalianyar Akibat Kuota TPST Dibatasi
"Kondisi seperti ini tidak enak dilihat, tidak baik juga. Harus ada pihak pemerintah ataupun pihak pasar yang bertanggung jawab cepat mengurangi gunungan sampah, terus diperbaiki temboknya," ucapnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lain, Sinta (32), yang menyoroti tingginya aktivitas warga di sekitar lokasi, termasuk anak-anak yang bermain di area dekat tembok roboh.
"Bukan hanya jadi jalan pintas warga, lapangan di situ juga sering dipakai anak-anak bermain. Jadi, kami khawatir kalau tiba-tiba ambruk lagi, apalagi sampahnya terus menumpuk," tutur Sinta.
Ia menambahkan bahwa volume sampah terus meningkat dan belum menunjukkan penurunan sejak sebelum bulan puasa.
"Volume sampah makin tinggi dan belum ada penurunan sejak sebelum puasa. Kami takut tekanan sampah membuat tembok semakin roboh, kesehatan semakin terganggu, akhirnya aktivitas jadi terhambat," ungkapnya.
Warga pun mendesak adanya penanganan cepat, baik dalam pengangkutan sampah maupun perbaikan infrastruktur, agar lingkungan kembali aman dan nyaman.
Baca Juga: Sampah Menggunung di TPS Rawadas, Warga Keluhkan Bau Menyengat
Berdasarkan pantauan di lokasi, tembok yang roboh berada tepat di belakang tumpukan sampah setinggi sekitar enam meter. Material beton dan tiang penyangga terlihat runtuh, bahkan sebagian masuk ke saluran air di bawahnya.
Selain itu, sampah berupa sisa sayuran dan buah-buahan juga terbawa ke saluran air, yang berpotensi menyebabkan penyumbatan dan memperburuk kondisi lingkungan.
Area di belakang TPS diketahui merupakan lahan kosong yang dimanfaatkan warga serta menjadi tempat bermain anak-anak. Jalan setapak di sekitar lokasi juga menjadi akses utama warga sehari-hari.
Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Julius Monangta, memastikan pihaknya terus mengerahkan bantuan armada dan petugas kebersihan.
Sebanyak 13 truk dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur telah diturunkan untuk mengangkut sampah di lokasi tersebut sejak Senin, 30 Maret 2026.
"Jadi, memang itu fasilitas publik. Kita pasti mendukung fasilitas publik untuk tetap bersih dan nyaman," kata Monang di Pulo Gebang, Jakarta Timur.
Ia menegaskan bahwa upaya pengangkutan sampah akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar terkendali, tanpa batas waktu tertentu.
Meski demikian, proses pembersihan tumpukan sampah setinggi enam meter yang telah berlangsung sejak Jumat, 27 Maret 2026 masih belum menunjukkan hasil signifikan.
(Sumber: Antara)
Tembok pembatas di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga akibat tekanan tumpukan sampah yang menggunung, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza). (Antara)