Pramono Gelar Rapat Terbatas, Bahas Normalisasi Sungai hingga Perbaikan Jalan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 16:40
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menggelar sekaligus memimpin rapat terbatas (ratas) di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis sore, 29 Januari 2026.

Rapat tersebut membahas sejumlah agenda krusial, mulai dari normalisasi sungai, pembangunan waduk, hingga perbaikan jalan rusak sebagai langkah penanganan banjir dan peningkatan infrastruktur ibu kota.

Dalam rapat itu, Pramono menegaskan bahwa berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Jakarta masih tergolong tinggi. Kondisi ini menjadi dasar percepatan penanganan di sejumlah aliran sungai yang rawan menimbulkan genangan.

"Maka penanganan pada Kali Cakung Lama dan juga Kali Angke untuk mengurangi genangan yang ada di wilayah tersebut, maka kami menyetujui dan segera akan dimulai untuk sekali lagi normalisasi Kali Cakung Lama," ucap Pramono usai ratas.

Selain Kali Cakung Lama dan Ciliwung, rapat juga membahas normalisasi Kali Krukut. Namun, karena Kali Krukut saat ini tidak terdampak banjir, fokus utama diarahkan pada dua sungai yang berpotensi menimbulkan genangan besar.

Pramono juga menginstruksikan agar lahan-lahan yang sudah dibebaskan segera dibersihkan dan dilanjutkan dengan pembangunan turap atau tanggul. Untuk normalisasi Kali Ciliwung, pembangunan turap akan dilakukan oleh Kementerian PUPR, sementara normalisasi Kali Cakung Lama sepenuhnya ditangani oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari strategi penanganan banjir jangka menengah.

Baca Juga: Pramono: PPJ Sekolah dan WFH Diperpanjang hingga 1 Februari 2026

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Perbaikan Jalan Berlubang di Jakarta Masih Sementara, Pramono Siapkan Langkah Lanjutan

Tak hanya itu, rapat terbatas tersebut juga memutuskan pembangunan Waduk atau Embung Polor di Bendung Polor, Kali Angke. Waduk ini diharapkan mampu menahan limpahan air hujan sehingga tidak langsung mengalir ke Cengkareng Drain, yang kerap menjadi titik rawan banjir.

"Sudah menjadi keputusan rapat bahwa untuk segera dibangun embung atau waduk Polor di Bendung Polor Kali Angke. Itu dilakukan untuk mengurangi curah hujan yang ada di Kali Angke supaya berkurang di embung tersebut, tidak semuanya kemudian langsung turun ke Cengkareng Drain," ungkapnya.

Di sektor infrastruktur jalan, Pramono menyampaikan bahwa meski curah hujan masih tinggi, perbaikan jalan berlubang tidak bisa ditunda. Oleh karena itu, Dinas Bina Marga diminta segera melakukan penanganan darurat berupa penambalan dan perbaikan jalan rusak di berbagai wilayah Jakarta.

"Secara khusus kepada Dinas Bina Marga, selain penanganan darurat untuk jalan, juga diminta untuk perawatan jalan secara rutin tetap diadakan," ujatr Pramono.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyetujui penambahan tenaga PJLP di Dinas Bina Marga. Saat ini, jumlah PJLP yang mencapai sekitar 1.400 orang dinilai belum mencukupi akibat banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun. Penentuan kuota tambahan akan dibahas lebih lanjut bersama jajaran terkait.

"Saya dan Pak Wagub menyetujui untuk ditambah. Kuotanya berapa nanti akan dihitung dan diputuskan oleh Bina Marga bersama asisten pembangunan dan Pak Sekda," tutup Pramono Anung.

x|close