Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 17:32
thumbnail-author
Okky Tri Nugroho
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Konferensi Kemenag terkait hasil sidang isbat. (NTVNews.id) Konferensi Kemenag terkait hasil sidang isbat. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Agama dijadwalkan menggelar Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada 17 Februari 2026. Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan sidang tersebut akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri.

“Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR, dan perwakilan Mahkamah Agung,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menjelaskan, Sidang Isbat akan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama berupa pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, dilanjutkan dengan verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di berbagai wilayah Indonesia.

"Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat," ujar Abu Rokhmad.

Dalam penetapan awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha, Abu Rokhmad menegaskan Kementerian Agama tetap mengombinasikan metode hisab dan rukyah sebagai pendekatan yang digunakan secara nasional.

Baca juga: Hasil Sidang Isbat: Idul Adha Jatuh pada Jumat 6 Juni 2025

Ia pun mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi Sidang Isbat dan pengumuman pemerintah terkait awal Ramadhan 1447 H. Menurutnya, mekanisme tersebut telah sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam Kemenag Arsad Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya akan menurunkan sejumlah ahli ke titik-titik rukyah yang dinilai berpotensi melihat hilal secara optimal, termasuk lokasi observasi bulan.

"Kalau memungkinkan, tahun ini kita menjadikan masjid IKN yang telah diresmikan beberapa waktu lalu sebagai tempat pelaksanaan rukyatul hilal," kata Arsyad.

Selain itu, Arsad mengungkapkan bahwa pada tahun ini Kemenag juga akan menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) sebagai dasar hukum pelaksanaan Sidang Isbat. PMA tersebut diharapkan menjadi landasan resmi sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai dasar hukum pelaksanaan sidang.

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 M.

Penetapan tersebut didasarkan pada hasil hisab hakiki yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dengan berpedoman pada prinsip, syarat, serta parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tercantum dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak menjelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12:01:09 UTC.

Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, hasil analisis menunjukkan bahwa kriteria visibilitas hilal Parameter Kalender Global (PKG) 1—yang mensyaratkan tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum tengah malam UTC belum terpenuhi di wilayah mana pun di belahan bumi.

(Sumber: Antara)

Sumber Antara

x|close