Banjir di Rawa Indah Jakut Hambat Normalisasi Kali Cakung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 17:35
thumbnail-author
Okky Tri Nugroho
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Banjir merendam permukiman warga di Jalan Rawa Indah, RT 06/ RW 03, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/1/2026) Banjir merendam permukiman warga di Jalan Rawa Indah, RT 06/ RW 03, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/1/2026) (Antara)

Ntvnews.id, JakartaBanjir yang menggenangi permukiman warga di Jalan Rawa Indah RT 06/RW 03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, menyebabkan kegiatan normalisasi Kali Cakung Lama harus dihentikan sementara pada Kamis, 29 Januari 2026.

Koordinator Lapangan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa penghentian pekerjaan dilakukan karena debit air kali meningkat signifikan. Kedalaman air yang biasanya sekitar tiga meter kini bertambah hingga mencapai lima meter.

“Kita mau gerak, sudah enggak bisa, karena kondisi debit airnya lebih tinggi. Kalau kita gerak, kemungkinan turap bisa longsor. Alat ini untuk pengerukan lumpur, normalisasi Kali Cakung Lama,” kata Iwan di Jakarta.

Ia menuturkan, proses normalisasi sebenarnya direncanakan kembali dilanjutkan pada Kamis malam. Namun, rencana tersebut terpaksa dibatalkan lantaran kondisi air yang belum surut.

“Kita mau pindah ke sebelah (RT 06), namun karena debit air masih tinggi, jadi kita tunda malam ini,” ujar Iwan.

Di sisi lain, banjir juga dirasakan warga sekitar. Riska, warga RT 01 RW 10 Kelurahan Sukapura, mengaku rumahnya ikut terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 40 sentimeter, hingga memaksanya mengungsi.

“Curah hujan cukup tinggi, dan mungkin pintu airnya enggak dibuka. Di dalam rumah sampai selutut dalamnya,” ungkap Riska.

Baca juga: Banjir di Kelapa Gading Belum Surut, Terendam hingga 30 Sentimeter

Ia mengatakan, banjir tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari keluarganya. Bahkan, anak-anaknya tidak dapat bersekolah karena kondisi lingkungan yang tergenang.

“Dulu mah lima tahunan banjir, sekarang sebulan aja udah enam kali banjirnya. Ganggu banget, anak mau sekolah susah,” jelas Riska.

Pantauan di lapangan menunjukkan dua unit alat berat ekskavator dalam kondisi terikat dan tidak beroperasi. Petugas dari Suku Dinas SDA Jakarta Utara bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pegangsaan Dua tampak melakukan pembersihan sampah di sekitar aliran Kali Cakung Lama.

(Sumber Antara)

 

Sumber Antara

x|close