Tim SAR Gabungan Perluas Area Operasi Pencarian Korban Longsor Cisarua

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Feb 2026, 15:45
thumbnail-author
Okky Tri Nugroho
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Proses evakuasi longsor di Sektor A2, Pasirlangu,Cisarua, Kabupaten Bandung Barat Proses evakuasi longsor di Sektor A2, Pasirlangu,Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan memperluas wilayah operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, seiring operasi SAR yang telah memasuki hari kesembilan.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyampaikan di Bandung, Minggu, 1 Februari 2026, bahwa pelaksanaan operasi SAR difokuskan pada optimalisasi pencarian di sektor-sektor prioritas, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta pengendalian risiko terjadinya longsor susulan.

“Seiring bertambahnya unsur SAR gabungan, area pencarian kami perluas dan seluruh sektor difokuskan agar seluruh area kerja dapat tercakup secara maksimal," katanya.

Hingga hari kesembilan operasi, jumlah korban terdampak tercatat sebanyak 158 jiwa. Dari jumlah tersebut, 78 orang dinyatakan selamat, 70 korban telah berhasil dievakuasi dalam kantong jenazah, sementara 10 orang lainnya masih diduga tertimbun material longsoran.

Ade menjelaskan bahwa sebelum kegiatan pencarian dimulai, tim SAR gabungan terlebih dahulu melakukan asesmen kondisi longsoran menggunakan drone UAV sejak pukul 06.00 WIB. Asesmen tersebut dilakukan untuk memetakan potensi bahaya, menentukan area kerja yang aman, serta menetapkan jalur evakuasi darurat bagi personel di lapangan.

 

Baca juga: Langkah Prabowo Dalam Percepat Reformasi Pasar

“Apabila area dinyatakan aman berdasarkan asesmen safety officer, kami mengerahkan 22 ekor anjing pelacak K-9 untuk melakukan penelusuran titik-titik potensial keberadaan korban pada tiga sektor pencarian," katanya.

Setelah asesmen keselamatan dinyatakan aman, operasi pencarian korban dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB. Pencarian difokuskan pada tiga sektor utama, yakni Sektor Alpha, Bravo, dan Charlie, dengan menerapkan metode pencarian manual, teknikal, serta dukungan penggunaan alat berat yang dilakukan secara terkontrol dan berlapis sesuai kondisi medan.

Dalam mendukung proses pencarian dan evakuasi korban, operasi SAR gabungan mengerahkan sebanyak 18 unit alat berat dengan berbagai tipe, mulai dari PC 75 hingga PC 300.

“Optimalisasi penggunaan alat berat disesuaikan dengan situasi lapangan dan hasil asesmen keselamatan, sehingga tetap efektif, namun tidak mengabaikan keamanan personel," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa operasi SAR melibatkan 3.713 personel yang terdiri atas unsur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kementerian dan lembaga terkait, serta para relawan. Operasi tersebut akan terus dilaksanakan secara terukur dan terkoordinasi hingga seluruh korban yang masih diduga tertimbun berhasil ditemukan.

(Sumber: Antara)

Sumber Antara

TERKINI

Negosiasi Iran-AS Dimulai, Trump Masih Tutup-tutupi Strategi

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 17:15 WIB

Dokumen Epstein Klaim Bill Gates Kena Penyakit Menular Seksual

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 17:00 WIB

Iran Kecam Kehadiran Militer AS di Teluk Persia

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 16:30 WIB

Turki Tawarkan Jadi Mediator Konflik AS-Iran

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 16:15 WIB

Isael Semakin Beringas Lakukan Serangan di Gaza Palestina

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 16:00 WIB

Trump Ungkap Iran Sedang Jalani Negosiasi dengan AS

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 15:30 WIB

Afrika Selatan–Israel Memanas, Saling Usir Diplomat

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 15:22 WIB
Load More
x|close