Ntvnews.id, Aceh - Personel TNI terus menunjukkan dedikasi tanpa henti dalam membantu percepatan pemulihan wilayah Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor.
Dengan semangat gotong royong, para prajurit turun langsung ke tengah masyarakat, membersihkan dan memperbaiki rumah-rumah warga yang terdampak lumpur dan kerusakan parah. Meski dihadapkan pada kondisi berat, semangat mereka tak pernah surut.
Dari laporan terkini di lapangan, Minggu, 1 Februari 2026, di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, personel TNI membantu pembersihan rumah milik Ibu Fatimah. Hingga kini, progres pembersihan telah mencapai 47 persen. Sebagian ruangan masih tertimbun lumpur basah yang cukup tebal.
Bermodalkan sekop dan cangkul, para prajurit bahu-membahu mengangkat lumpur sedikit demi sedikit. Keringat bercucuran, namun semangat tetap terjaga demi meringankan beban warga.
Baca Juga: TNI Terus Bekerja, Selesaikan 8 Jembatan di Sumut Demi Pulihkan Konetivitas Warga
TNI memisahkan kayu-kayu bekas rumah yang terdampak bencana banjir bandang untuk pembangunan ulang di Aceh. (Istimewa)
Sementara itu, di Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, TNI terlibat dalam pemulihan rumah warga yang roboh akibat banjir bandang. Rumah kayu tersebut tampak hancur, menyisakan puing-puing yang berserakan.
Puluhan personel TNI tampak sibuk memisahkan kayu-kayu bekas rumah untuk kemudian disiapkan pembangunan ulang. Debu beterbangan di udara, namun pekerjaan terus berjalan dengan penuh kehati-hatian.
Di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, TNI juga melaksanakan pembersihan rumah milik Ibu Afasah. Lumpur masih menumpuk di sebagian besar ruangan rumah. Dengan cangkul dan sekop, personel TNI tak kenal lelah memindahkan lumpur ke tempat pembuangan. Suasana hangat pun tercipta, saat para prajurit membersihkan lumpur sambil berbincang ringan dan mendengarkan alunan musik sederhana yang menemani kerja mereka.
Baca Juga: TNI Gencar Bersihkan Rumah Lansia Pascabanjir di Aceh Tamiang dan Pidie Jaya
Tak jauh dari lokasi tersebut, rumah milik Nek Nuriyah juga menjadi sasaran pembersihan. Rumah bercat hijau itu perlahan mulai memperlihatkan lantai dasarnya setelah sisa-sisa lumpur dibersihkan oleh personel TNI. Setiap sekop lumpur yang diangkat membawa harapan baru bagi sang pemilik rumah.
Selain itu, pembersihan juga dilakukan di rumah Ibu Cut Putri, yang masih dipenuhi lumpur basah di setiap ruangan. Dengan mengenakan sepatu boot, personel TNI terus menyekop lumpur tanpa mengenal lelah.
Kehadiran TNI menjadi bukti nyata bahwa negara selalu hadir di tengah rakyat, khususnya saat masa sulit, demi mempercepat pemulihan dan mengembalikan harapan masyarakat Aceh.
TNI membantu pembersihan rumah milik warga yang terdampak bencana di Aceh, pada Minggu, 1 Februari 2026. (Istimewa)