Polisi Periksa Mandor dan Pemilik Gedung di TB Simatupang Usai 4 Pekerja Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 13:53
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Korban pekerja bangunan dibawa ke rumah sakit usai menghirup gas tangki air di proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat 3 April 2026. ANTARA/HO-Polsek Jagakarsa. Korban pekerja bangunan dibawa ke rumah sakit usai menghirup gas tangki air di proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat 3 April 2026. ANTARA/HO-Polsek Jagakarsa. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Kepolisian berencana memeriksa mandor proyek serta pemilik gedung terkait insiden tewasnya empat pekerja dan tiga lainnya yang mengalami sesak napas di proyek bangunan kawasan Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kapolsek Jagakarsa, Nurma Dewi, menyampaikan bahwa proses pemeriksaan terhadap pihak terkait akan segera dilakukan.

"Pemeriksaan segera dijadwalkan," kata Nurma Dewi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Ia menjelaskan, mandor proyek dan pemilik gedung akan diperiksa sebagai saksi pada pekan depan.

Baca Juga: Pemkot Jaksel Segel Lapangan Padel Tak Berizin di Jagakarsa

Pemeriksaan tersebut difokuskan pada dugaan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja serta aspek keamanan bangunan.

"Iya diperiksa terkait kelalaian," ucap dia.

Sebelumnya, pihak Polsek Jagakarsa telah mengonfirmasi adanya empat korban meninggal dunia dan tiga orang mengalami sesak napas setelah terpapar gas dari dalam tangki air di proyek bangunan bertingkat tersebut.

Korban meninggal masing-masing berinisial YN (32) asal Subang, MW (62) asal Cianjur, TS (63) asal Bandung Barat, dan MF (19) asal Bandung Barat.

Sementara tiga korban selamat yakni UJ (41), SN (63), dan AJ (47), yang merupakan warga Purwakarta.

Peristiwa bermula pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, ketika dua pekerja diminta oleh mandor untuk menguras penampungan air bersih di area basement.

Saat proses pembukaan penutup tangki, salah satu pekerja terjatuh ke dalam lubang sedalam sekitar tiga meter.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Selidiki Tewasnya 4 Pekerja di Proyek Jagakarsa

Upaya pertolongan yang dilakukan rekan kerja tanpa dilengkapi peralatan keselamatan justru berujung fatal. Beberapa pekerja lain ikut terjatuh ke dalam penampungan tersebut.

Insiden ini menyebabkan empat orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami sesak napas akibat paparan udara panas dan bau menyengat dari dalam tangki air.

Para korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pasar Rebo, namun korban yang meninggal dinyatakan tidak tertolong oleh tim medis di unit gawat darurat.

Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut guna memastikan adanya unsur kelalaian serta mengevaluasi penerapan standar keselamatan kerja di lokasi proyek.

(Sumber: Antara)

x|close