Temui Prabowo, MUI Akan Sampaikan Aspirasi soal Board of Peace dan Kemerdekaan Palestina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 14:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan Sekjen MUI Amirsyah Tambunan (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan pimpinan pondok pesantren (ponpes) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Januari 2026. Selain mengenai program pemerintah dan pencapaiannya, pertemuan itu juga membahas mengenai bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian.

Sejumlah tokoh dan pimpinan ormas Islam tampak telah tiba di kompleks Istana Kepresidenan. Beberapa di antaranya Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Ketua PBNU Jusuf Hamka atau Babah Alun, Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Hidayatullah Naspi Arsyad. Hadir juga sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, seperti Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Amirsyah Tambunan mengaku akan menyampaikan aspirasi kepada Prabowo mengenai keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace serta komitmen kemerdekaan Palestina. Dikatakan, Palestina harus mendapat kemerdekaan secara penuh sesuai dengan amanat konstitusi.

Baca Juga: AS Pangkas Tarif Barang India Usai Modi Setop Beli Minyak Rusia

"Pokoknya kita menyampaikan aspirasi kepada pemerintah Republik Indonesia Kita berharap tentu, ya, sebagai Presiden mewakili negara Republik Indonesia terkait isu yang sedang hangat, yaitu Board of Peace. Ya, kalau perdamaian tentu jangan separuh-separuh.
Perdamaiannya harus konkret. Perdamaiannya harus amanah undang-undang, perdamaian abadi. Ya kan? Karena itu amanat konstitusi begitu," katanya.

Jusuf Hamka meyakini langkah Indonesia bergabung dalam Board of Peace merupakan strategi Prabowo dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Apalagi, mengingat rekam jejak Prabowo sebagai mantan panglima Kostrad.

"Membernya kan banyakan negara-negara muslim. Kita harus percaya, Presiden Prabowo ini bekas panglima Kostrad. Panglima perang. Pasti ahli strategi. Kita jangan suudzon. Kita harus husnudzon. Beliau pasti mempunyai strategi," katanya

Menlu Sugiono mengakui pertemuan ini salah satunya membahas mengenai keanggotan Indonesia dalam Board of Peace. Kemenlu, katanya, akan menyampaikan penjelasan mengenai posisi Indonesia dalam badan internasional yang dibentuk untuk mengawal stabilisasi dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza.

"Kementerian Luar Negeri dalam siang hari ini adalah berkaitan dengan pembicaraan mengenai BoP dan penjelasan-penjelasan akan dilakukan seputar isu tersebut," katanya.

Menteei Agama Nasaruddin Umar <b>(NTVnews)</b> Menteei Agama Nasaruddin Umar (NTVnews)

Sementara itu, Menag Nasaruddin Umar mengatakan, pertemuan Prabowo dengan para tokoh ormas Islam merupakan pertemuan yang rutin digelar. Dalam pertemuan itu, Prabowo akan menyampaikan informasi aktual kepada para ulama. Sebaliknya, para tokoh muslim juga akan menyampaikan masukan kepada Prabowo.

"Jadi hubungan antara ulama dengan umara itu dalam periode ini sangat bagus ya. Umara memberikan masukan-masukan dan informasi-informasi penting kepada para ulama, tetapi sebaliknya juga ulama memberikan masukan masukan-masukan kepada Bapak Presiden selaku umara. Jadi antara ulama dengan umara ini rutin pertemuannya ya. Dan saya kira itu sangat positif untuk bangsa kita seperti sekarang ini," katanya.

Baca Juga: Korupsi Rp330 Miliar, Eks Menteri Kehakiman China Tang Yijun Divonis Penjara Seumur Hidup

Terkait adanya kritik atas langkah Indonesia bergabung Board of Peace, Nasaruddin Umar mengatakan hal itu karena pihak-pihak tersebut belum mendengar secara detail penjelasan Prabowo. Nasaruddin meyakini terjadinya kesepahaman setelah mendengar penjelasan Prabowo.

"Memang kalau orang itu belum paham penjelasan dari Bapak Presiden berpotensi untuk berbeda pendapat tetapi setelah orang mendengarkan penjelasannya secara terperinci, ya maka sesuai syariah daripada apa yang disampaikan Bapak Presiden itu, maka pada akhirnya Alhamdulillah bisa saling memberikan masukan lah ya," katanya.

x|close