Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT, Mensos: Kita Prihatin

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 21:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf Menteri Sosial Saifullah Yusuf (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Berita ini bukan untuk menginspirasi siapa pun guna melakukan aksi serupa. Untuk Anda yang mengalami gejala depresi maupun ingin bunuh diri, segera konsultasi ke psikolog, psikiater, hingga mendatangi klinik kesehatan mental.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kasus meninggalnya seorang anak sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Hal itu disampaikan Saifullah Yusuf saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, Februari 2026.

“Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, ya tentu bersama pemerintah daerah,” ujar Saifullah Yusuf.

Baca Juga: Anak SD NTT Bunuh Diri Gara-gara Gak Mampu Beli Buku, DPR: Alarm Keras!

Ia menekankan pentingnya penguatan pendampingan sosial serta pembenahan basis data keluarga miskin agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar negara dapat hadir lebih cepat dan tepat sasaran bagi kelompok rentan.

“Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata,” lanjutnya.

Mensos menyebut, validitas data sangat menentukan kemampuan pemerintah dalam menjangkau keluarga yang membutuhkan perlindungan, rehabilitasi, maupun pemberdayaan sosial. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi aspek yang tidak terpisahkan.

“Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data, bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan,” kata dia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf <b>(NTVnews)</b> Menteri Sosial Saifullah Yusuf (NTVnews)

Saifullah Yusuf menegaskan bahwa perhatian terhadap kasus tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Ya, jadi itu sampai disitu dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi perhatian dengan bentar bersama,” ujarnya.

Baca Juga: Bareskrim Polri Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Dugaan Saham Gorengan

Sebelumnya, publik dikejutkan oleh kabar meninggalnya YBS (10), siswa kelas IV di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT. Korban ditemukan meninggal dunia pada Kamis, 29 Januari 2029 siang. Peristiwa tersebut memunculkan perhatian luas setelah diketahui korban berasal dari keluarga kurang mampu.

Warga setempat menyebut korban tinggal bersama neneknya yang berusia lanjut. Dalam peristiwa itu, ditemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibu korban. Aparat dan pemerintah daerah setempat telah melakukan penanganan serta pendalaman lebih lanjut terkait kasus tersebut.

Kasus ini kembali membuka diskusi publik mengenai pentingnya perlindungan anak, pendampingan keluarga miskin, serta peran negara dalam memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan dan kehidupan yang layak.

x|close