Tabayun Ke MUI, Pandji Pragiwaksono Tegaskan Tak Berniat Bikin Gaduh Soal Materi Mens Rea

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 19:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Komika Pandji Pragiwaksono seusai bersilaturahim ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. ANTARAFOTO/Fakhri Hermansyah Komika Pandji Pragiwaksono seusai bersilaturahim ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. ANTARAFOTO/Fakhri Hermansyah (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Komika Pandji Pragiwaksono bersilaturahim dan melakukan tabayun ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyusul perhatian publik terhadap materi stand up comedy bertajuk “Mens Rea” yang dinilai bersinggungan dengan isu keagamaan.

Pandji menjelaskan kedatangannya ke MUI bertujuan untuk menyampaikan secara langsung maksud serta konteks pertunjukan yang dibawakannya, termasuk sejumlah materi komedi yang dianggap memerlukan penjelasan lebih mendalam.

“Saya datang niatnya untuk menjelaskan, sebenarnya untuk bertabayun. Untuk menjelaskan maksud dari pertunjukan saya, maksud dari sejumlah jokes saya yang kelihatannya butuh untuk dielaborasi lebih dalam," ujar Pandji usai pertemuan di kantor MUI, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Pandji mengaku memperoleh banyak masukan dan pembelajaran berharga. Ia menyadari bahwa sebagai insan kreatif, proses berkarya selalu membuka ruang evaluasi dan perbaikan.

“Saya sadar sebagai orang yang berkarya selalu ada ruang untuk bisa lebih baik dan lebih benar lagi. Itu yang diingatkan, dan saya berterima kasih atas arahannya,” katanya.

Baca Juga: Polisi Panggil Pandji Pragiwaksono untuk Klarifikasi 5 Laporan Jumat Ini

Pandji juga menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Ke depan, ia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam menyusun materi komedi, terutama yang berkaitan dengan isu keagamaan.

“Kalau kegaduhan itu terjadi karena kurang cermatnya saya dalam menulis jokes, tentu saya ingin menciptakan jokes yang lebih baik lagi, menghindari topik-topik yang bisa menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam menyatakan pihaknya menerima silaturahim Pandji sebagai bentuk itikad baik untuk melakukan tabayun atas materi yang sempat menjadi perhatian publik.

“Hari ini kita menerima silaturahim dari Bang Pandji dan teman-teman untuk tabayun atas masalah yang sempat ramai dan menjadi perhatian publik,” katanya.

Baca Juga: Polri Periksa Pandji Pragiwaksono Terkait Dugaan Penghinaan Masyarakat Toraja

Asrorun menjelaskan, dalam pertemuan tersebut turut hadir Sekretaris Komisi Fatwa MUI yang memiliki tugas memberikan panduan keagamaan kepada masyarakat. Proses tabayun dinilai penting untuk memahami konteks pertunjukan secara utuh, termasuk potongan video yang beredar di ruang publik.

“Setiap orang bisa punya persepsi yang berbeda. Karena itu diperlukan proporsionalitas dalam melihat konteksnya sebelum memberikan pandangan keagamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut juga disampaikan komitmen untuk melakukan perbaikan, khususnya terhadap materi komedi yang bersinggungan dengan isu keagamaan dan berpotensi menimbulkan multitafsir.

“Kami mengapresiasi kehadiran Bang Pandji sebagai bentuk niat baik untuk tabayun dan silaturahim. Ini merupakan hal yang positif,” katanya.

(Sumber: Antara)

x|close