Indonesia Siap Tarik Diri dari Board of Peace Jika Tak Membawa Kebaikan bagi Palestina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 19:41
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ketua Umum MUI Anwar Iskandar Ketua Umum MUI Anwar Iskandar (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia siap keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) apabila tidak membawa kebaikan bagi Palestina.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Hamdan Zoelva mengatakan dengan bergabungnya Indonesia ke Dewan Pertimbangan, maka hal tersebut menjadi ruang Indonesia untuk bisa membantu Palestina.

"Iya (siap keluar). Artinya kita punya komitmen yang kuat untuk membantu Palestina, ya. Dengan masuk itu ada ruang kita untuk bisa bicara," kata Hamdan usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Ia menilai keputusan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) merupakan pilihan yang tepat.

Baca Juga: Sempat Menolak, MUI Kini Dukung Indonesia Gabung Dewan Perdamaian

“Kalau kita berada di luar, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi kalau kita ada di dalam, ada ruang untuk berbicara mengenai Palestina dan membantu Palestina,” ujar Hamdan.

Ia juga menilai sikap Presiden cukup tegas dan proporsional, terutama terkait komitmen untuk menarik diri dari BoP apabila arah kebijakan organisasi tersebut tidak sejalan dengan kepentingan perdamaian dan kemanusiaan.

“Kalau tidak setuju dengan langkah atau keputusan BoP, kita boleh menarik diri. Setiap saat juga bisa tarik diri,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua MUI Anwar Iskandar mengatakan Presiden menjadikan forum Dewan Perdamaian sebagai sarana perjuangan diplomatik bagi rakyat Palestina, khususnya dalam menghentikan penderitaan warga Gaza.

Ketua Umum MUI Anwar Iskandar  <b>(NTVnews)</b> Ketua Umum MUI Anwar Iskandar (NTVnews)

Upaya tersebut dilakukan dengan menjalin kerja sama bersama negara-negara Islam lainnya demi mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan.

“Presiden menegaskan bahwa perjuangan di Dewan Perdamaian ini diarahkan untuk kemerdekaan Palestina yang sepenuhnya berdaulat, sekaligus membantu penderitaan rakyat Palestina di Gaza,” ujar dia.

Baca Juga: Tabayun Ke MUI, Pandji Pragiwaksono Tegaskan Tak Berniat Bikin Gaduh Soal Materi Mens Rea

Ia menambahkan, Presiden juga menyampaikan sikap tegas bahwa apabila keanggotaan dalam Dewan Perdamaian di kemudian hari tidak memberikan kemaslahatan bagi Palestina maupun perdamaian dunia, maka negara-negara Islam yang tergabung di dalamnya siap menarik diri dari organisasi tersebut.

“Jika organisasi ini tidak membawa kebaikan bagi Palestina dan perdamaian dunia, maka seluruh negara-negara Islam yang berkumpul di situ akan keluar,” ungkapnya.

x|close