Eks Menlu Alwi Shihab Nilai Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Penting Meski Ada Catatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 16:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Alwi Shihab menyebut pemanggilan para mantan menteri dan wakil menteri luar negeri oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah yang positif dan bijaksana. Hal tersebut disampaikan Alwi saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Alwi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk mendengarkan pandangan dan masukan para mantan pejabat diplomasi Indonesia terkait berbagai isu luar negeri.

“Pak presiden panggil kami ini yg bekas menlu untuk mendapat masukan pendapat kami gimana, itu aja, saya sudah aja masukannya, ngga bisa saya sampaikan, disampaikan di depan presiden,” kata Alwi.

Ia menyebutkan bahwa jumlah tokoh yang diundang dalam pertemuan itu mencapai sekitar 20 orang.

“Ya, saya akan sampaikan itu garis besar, kita ada 20 orang yang diundang,” ujarnya.

Baca Juga: Jusuf Hamka soal Keanggotaan RI di Board of Peace: Prabowo Ahli Strategi, Tujuan Besarnya Perdamaian

Salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Alwi menegaskan bahwa forum itu menjadi ruang untuk mendiskusikan penting atau tidaknya Indonesia bergabung dalam badan tersebut.

“Justru itu board of peace itu, apakah penting indonesia ikut, apakah tidak penting, itu yg akan dibahas,” kata Alwi.

Terkait pandangannya secara pribadi, Alwi mengakui ada keuntungan bagi Indonesia jika bergabung dengan Board of Peace, meskipun tetap terdapat sejumlah catatan yang perlu diperhatikan.

Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab <b>(NTVnews)</b> Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab (NTVnews)

“Ya ada keuntungan kita bergabung, tapi ada reservasi, itu aja kira kira. Jadi apa yang harus diperhatikan. Kita udah masuk masa kita bilang keluar kan ngga mungkin,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah kemungkinan Indonesia keluar dari Board of Peace dapat terjadi, Alwi menilai hal tersebut tidak realistis karena Presiden Prabowo memiliki alasan yang kuat.

“Enggak, Presiden punya pandangan kenapa dia mesti ikut dan itu ada alasan alasannya, dan saya kita alasannya valid,” ucapnya.

Alwi pun secara tegas menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Prabowo.

“Mendukung lah, masa ngga mendukung,” katanya.

Baca Juga: AHY Soroti Greenland, Mineral Kritis dan Arktik Jadi Rebutan Kekuatan Dunia

Ia menilai keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace merupakan langkah penting, meskipun terdapat catatan terkait belum dilibatkannya Palestina secara langsung.

“Penting, ada alasannya,” ujar Alwi.

“Justru itu yg perlu di perbaiki di dalam, jadi jangan sampai kalau kita tidak ikut, kita tidak bisa ngomong, tapi kalau kita di dalam kita bisa ngomong ‘Jangan gitu dong, ini kan kita mau memperjuangkan palestina, jangan hanya israael saja yg diperhatikan’ itu kira kira yg ingin saya sampaikan,” lanjutnya.

Terkait persoalan anggaran iuran keanggotaan Board of Peace, Alwi enggan berkomentar lebih jauh dan menyerahkannya kepada pihak lain.

“Itu tanya pak purbaya itu,” katanya singkat.

Ia juga menyebutkan bahwa terdapat banyak catatan yang disampaikan kepada Presiden dalam pertemuan tersebut.

“Banyak di sini,” ujarnya.

Alwi menilai inisiatif Presiden Prabowo mengumpulkan para mantan menteri dan wakil menteri luar negeri sebagai langkah yang sangat positif.

“Saya kira ini sangat positif, ini kan pertama kali begini, yang bekas menlu diajak bicara, beliau ini bijaksanalah,” pungkas Alwi.

x|close