Dokumen Epstein Sebut Indonesia Sebanyak 902 Kali, Ada Nama Hary Tanoe hingga Bali

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 09:05
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
berkas-berkas Epstein. berkas-berkas Epstein. (BBC)

Ntvnews.id, Jakarta - Dokumen-dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) kembali membuka lapisan baru dari skandal kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Akhir pekan lalu, lembaga tersebut merilis jutaan berkas, tebalnya hanya tiga halaman tetapi berisi 180.000 gambar dan 2.000 video yang sebagian besar berasal dari lebih dari satu dekade lalu.

Email, catatan, hingga lampiran-lampiran mencantumkan banyak nama besar: dari Donald Trump, sejumlah pejabat negara, tokoh bisnis, hingga Mossad Israel serta kiswah penutup Ka'bah.

Hal yang mengejutkan, dokumen itu juga menyinggung simulasi pandemi yang dibuat tiga tahun sebelum Covid-19 muncul. Beberapa nama lokasi internasional ikut terbawa, termasuk Bali di Indonesia. Nama keluarga Rothschild hingga Adolf Hitler pun masuk dalam berbagai konteks dokumen tersebut.

Baca Juga:  Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Istana: Prabowo Beri Atensi

Epstein sendiri pernah dihukum pada 2008 karena meminta hubungan seksual dari gadis 14 tahun. Pada 2019, ia ditemukan meninggal di sel penjara New York dalam kondisi yang disebut sebagai bunuh diri meski hingga kini penyebab kematiannya masih dipenuhi tanda tanya. Saat itu, Epstein sedang menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks.

Dalam tumpukan dokumen DOJ, nama Indonesia tercatat sebanyak 902 kali, muncul dalam berbagai konteks yang sebagian besar terkait dengan pengiriman barang, invoice, lampiran administratif, dan dokumen-dokumen finansial yang pernah menjadi bahan briefing internal.

Salah satu contohnya adalah laporan GEM Equity Strategy Outlook 2014 dari Deutsche Bank AG, bersumber dari Bloomberg LP. Indonesia menjadi bagian dari tabel penjelasan bersama negara-negara lain dalam laporan tersebut.

Dokumen dari JP Morgan tahun 2014 juga ditemukan. Di dalamnya, Indonesia disebut dalam konteks alokasi aset global dan dinamika ekonomi yang berkaitan dengan situasi di Amerika Serikat. Dokumen tersebut memuat kutipan:

Baca Juga: Rombak Direksi Pertamina: Mega Satria Direktur Keuangan, Emma Martini Direktur Portofolio

"Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Pekan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar."

Selain analisis ekonomi, ada pula referensi mengenai kondisi Indonesia pada masa pandemi Covid-19, yang dikaitkan dengan pemberitaan tertentu.

Nama Hary Tanoesoedibjo juga tercantum dalam laporan FBI berlabel unclassified bertajuk Federal Bureau of Investigation CHS Reporting pada Oktober 2020. Ia digambarkan sebagai relasi Donald Trump, pengembang hotel, dan seorang miliarder.

Selain penyebutan Indonesia secara umum, nama Bali juga muncul dalam berbagai berkas visual yang disertakan DOJ. Di antara yang paling menonjol adalah berkas bernomor EFTA00129111, yang memuat foto seorang wanita disertai keterangan eksplisit:

"Before a group/gang training exercise in Bali"

x|close