Gubernur NTT Sebut Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri Tak Terdata Penerima Bansos

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 11:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menjabat tangan seorang anggota TNI di Kupang. ANTARA/Kornelis Kaha Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menjabat tangan seorang anggota TNI di Kupang. ANTARA/Kornelis Kaha (Antara)

Ntvnews.id, Kupang -  Berita ini bukan untuk menginspirasi siapa pun guna melakukan aksi serupa. Untuk Anda yang mengalami gejala depresi maupun ingin bunuh diri, segera konsultasi ke psikolog, psikiater, hingga mendatangi klinik kesehatan mental.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menyatakan keluarga bocah sekolah dasar yang meninggal dunia di Kabupaten Ngada tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah. Hal tersebut disebabkan persoalan administrasi kependudukan yang belum dibereskan.

“Ini saya tahu ternyata data kependudukannya tidak ditopang. Dia pindah dari Nagekeo ke Jerebuu ternyata adminduk dia belum diamankan,” kata Gubernur Melki di Kupang, NTT, Rabu, 4 Februari 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Melki ketika menanggapi pertanyaan mengenai orang tua korban yang tidak terdaftar dalam daftar penerima bantuan sosial. Ia meminta pemerintah daerah setempat segera menyelesaikan persoalan administrasi tersebut karena dinilai seharusnya dapat ditangani dengan cepat.

“Inikan cuman soal kertas selembar. Segera bereskan, yang begini-begini kan seharusnya tidak terjadi,” tambah dia.

Baca Juga:  Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Istana: Prabowo Beri Atensi

Surat buatan Anak SD NTT yang bunuh diri gara-gara gak mampu beli buku. <b>(Instagram)</b> Surat buatan Anak SD NTT yang bunuh diri gara-gara gak mampu beli buku. (Instagram)

Melki menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menyalahkan pihak mana pun atas kondisi tersebut. Namun, ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh kepala daerah di Nusa Tenggara Timur agar benar-benar melakukan pendataan keluarga miskin yang layak menerima bantuan sosial, tidak hanya di Kabupaten Ngada.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berdiskusi untuk memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban. Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni membangun rumah layak huni bagi orang tua korban serta menyalurkan bantuan material lainnya.

Diketahui, seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon cengkeh dan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya yang berinisial MGT (47 tahun). Dalam surat tersebut, yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:

“Surat buat Mama ****
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama”.

Korban diketahui tinggal bersama neneknya karena ibundanya, yang merupakan orang tua tunggal, bekerja sebagai petani dan buruh serabutan. Sang ibu menghidupi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.

Baca Juga: Siswa SD yang Tewas Gantung Diri di NTT Ternyata Berkali-kali Ditagih Uang Sekolah Rp 1,2 Juta per Tahun

(Sumber: Antara) 

x|close