Gubernur Bali Sebut Kunjungan Wisman Turun Dampak Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 18:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) saat kegiatan bersih sampah di Pantai Jimbaran, Badung, Kamis, 5 Maret 2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari) Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) saat kegiatan bersih sampah di Pantai Jimbaran, Badung, Kamis, 5 Maret 2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari) (Antara)

Ntvnews.id, Badung - Pemerintah Provinsi Bali mencatat adanya penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dalam beberapa hari terakhir yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan penurunan kunjungan wisatawan mulai terlihat dalam empat hari terakhir, terutama dari wisatawan yang berasal dari kawasan Timur Tengah.

“Terjadi penurunan (kunjungan wisman) dalam 4 hari ini, satu hari itu 800-an orang kira-kira yang dari Timur Tengah,” ucap Koster di sela Korve Bersih Sampah di Pantai Jimbaran, Badung, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Koster, wisatawan dari Eropa sebenarnya juga banyak yang menuju Bali melalui jalur penerbangan transit di Timur Tengah karena belum tersedia penerbangan langsung dari sebagian besar negara Eropa ke Bali. Namun, penurunan saat ini lebih banyak terjadi pada wisatawan dari Timur Tengah.

Ia menjelaskan wisatawan asal Eropa masih memiliki alternatif rute perjalanan lain, seperti melalui Singapura atau Thailand, sehingga dampaknya tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan wisatawan dari Timur Tengah.

Baca Juga: Iran Bantah Tembakkan Rudal ke Wilayah Turki, Tegaskan Hormati Kedaulatan Ankara

“Kalau yang Eropa pasti akan menyesuaikan rute keberangkatan, yang tadinya lewat Dubai atau Doha akan beralih tidak lagi ke situ mungkin Singapura atau Thailand,” ujarnya.

“Kalau Eropa yang langsung ke Bali itu dari Rusia, yang melalui Timur Tengah (negara Eropa lainnya) tidak bisa langsung, dan kalau mau transit di Dubai atau Doha sudah tidak bisa,” sambungnya.

Pemerintah Provinsi Bali pun berharap konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu penutupan sejumlah ruang udara negara-negara di kawasan tersebut dapat segera mereda agar tidak berdampak lebih luas terhadap sektor pariwisata Bali.

“Mudah-mudahan cepat berhenti (konflik), dampaknya penurunan satu hari 800 orang untuk sekarang, dan nanti pasti ada konsolidasi perbaikan rute, mudah-mudahan bisa stabil,” kata Koster.

Sementara itu, data dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menunjukkan bahwa sejak 28 Februari 2026 hingga 4 Maret 2026 setidaknya terdapat 35 penerbangan internasional yang dibatalkan akibat penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah.

Untuk penerbangan kedatangan ke Bali saja, tercatat ada 15 penerbangan yang batal, yakni tiga penerbangan maskapai Etihad rute Abu Dhabi (AUH)–Denpasar (DPS), enam penerbangan maskapai Emirates rute Dubai (DXB)–Denpasar (DPS), serta enam penerbangan maskapai Qatar Airways rute Doha (DOH)–Denpasar (DPS).

Baca Juga: Hassan Rouhani Kembali Disorot di Tengah Transisi Kepemimpinan Iran

(Sumber: Antara) 

x|close