Purbaya Ingin Barter Geo Dipa dengan PNM dari BRI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 12:20
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana untuk mengambil alih  PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari bawah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) agar menjadi di bawah Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari bawah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) agar menjadi di bawah Kementerian Keuangan. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keinginannya untuk menarik PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), agar berada langsung di bawah naungan Kementerian Keuangan.

Keinginan tersebut disampaikan Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. Ia mengungkapkan saat ini tengah berdiskusi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terkait kemungkinan pengalihan tersebut.

“Kami sedang diskusi dan menanyakan ini ke Danantara, apakah mereka bisa jual salah satu unitnya atau tidak. Daripada saya tugaskan ke BRI dan hasilnya kadang nggak jelas, lebih baik saya ambil alih dan saya langsung yang tanggung jawab,” kata Purbaya.

Ia menjelaskan, usulan tersebut didorong oleh pertimbangan efektivitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus upaya mengoptimalkan penggunaan subsidi bunga.

Menurut Purbaya, setiap tahun Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran hingga Rp40 triliun untuk membayar subsidi bunga KUR. Jika PNM berada langsung di bawah pengelolaan Kemenkeu, dana tersebut dinilai dapat dimanfaatkan sebagai modal kerja yang lebih produktif.

Baca Juga: Tak Bisa Sembarangan Pecat, 50 Pegawai Pajak Bakal Dirotasi oleh Purbaya Jumat Ini

“Jadi rencana saya akan pakai itu (PNM) kalau dikasih sebagai penyalur KUR yang betul-betul program pemerintah,” jelas Purbaya.

Selain itu, ia meyakini pengambilalihan PNM merupakan opsi paling efisien. PNM dinilai telah memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dalam melakukan pendampingan kepada nasabah mikro, sehingga langkah tersebut dianggap lebih menguntungkan dibandingkan membentuk special mission vehicle (SMV) baru di bawah Kementerian Keuangan.

Purbaya juga mengungkapkan telah menyiapkan skema negosiasi dengan menawarkan penukaran PNM menggunakan aset milik kementerian, mengingat hingga kini pembahasan dengan Danantara masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan.

Aset yang disebut siap ditawarkan sebagai opsi tukar adalah PT Geo Dipa Energi.

“Kalau perlu saya tukar dengan Geo Dipa. Saya punya kan perusahaan Geo Dipa itu yang geothermal. Saya mau tukar tadinya sama mereka. Belum ada penawaran, sedang dihitung. Tapi masih diskusi ya, belum pasti nih,” ujarnya.

Baca Juga: Purbaya soal KPK OTT Pejabat Pajak dan Bea Cukai: Biar Aja, Kenapa Terpukul?

(Sumber: Antara) 

x|close