Ntvnews.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan identitas aparatur sipil negara (ASN) dan satu pihak swasta yang turut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait penangkapan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono.
“Fiskus atau petugas pajak, serta satu orang lagi dari pihak PT BKB selaku wajib pajak di sektor perkebunan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Budi menjelaskan, selain Mulyono, petugas pajak serta perwakilan dari PT BKB saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK untuk mendalami dugaan tindak pidana yang terjadi.
Meski demikian, ia menyampaikan bahwa KPK telah menetapkan tersangka dalam OTT tersebut. Namun, pengumuman resmi terkait pihak-pihak yang menjadi tersangka akan disampaikan dalam agenda berikutnya.
“Kami akan sampaikan secara lengkap konstruksi, kronologi, dan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam konferensi pers,” katanya.
Baca Juga: KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Bea Cukai, Mantan Direktur Penindakan Ikut Terjaring
Sebelumnya, pada Rabu, 4 Februari 2026, KPK mengonfirmasi telah melakukan OTT di lingkungan KPP Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Operasi ini menjadi OTT keempat yang dilakukan KPK sepanjang 2026, sekaligus yang kedua di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak pada tahun ini.
KPK mengawali rangkaian OTT tahun 2026 dengan penangkapan delapan orang pada 9-10 Januari 2026. Selanjutnya, pada 11 Januari 2026, KPK mengungkap OTT terkait dugaan suap dalam proses pemeriksaan pajak di KPP Madya Jakarta Utara.
Pada tanggal yang sama, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni Kepala KPP Madya Jakarta Utara Dwi Budi (DWB), Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakarta Utara Agus Syaifudin (AGS), Tim Penilai KPP Madya Jakarta Utara Askob Bahtiar (ASB), konsultan pajak Abdul Kadim Sahbudin (ABD), serta Staf PT Wanatiara Persada Edy Yulianto (EY).
Baca Juga: KPK Tetapkan Tersangka OTT Kepala KPP Madya Banjarmasin
(Sumber: Antara)
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. ANTARA/Rio Feisal (Antara)