Desus Prabowo–Zulhas di Pilpres 2029, Dasco: Hiburan untuk Rakyat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Feb 2026, 08:53
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sufmi Dasco Ahmad Sufmi Dasco Ahmad (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menanggapi isu pasangan Prabowo SubiantoZulkifli Hasan (Zulhas) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 dengan menyebutnya sebagai hiburan bagi masyarakat. Menurut Dasco, gagasan tersebut masih sebatas wacana yang beredar di ruang publik dan belum masuk dalam pembahasan resmi internal partai.

Ia menegaskan hingga kini belum ada diskusi konkret mengenai sosok yang akan dipasangkan dengan Prabowo apabila kembali maju pada Pilpres mendatang.

"Nah, bahwa kemudian kita dengar di luar ada wacana-wacana dipasangkan dengan beberapa tokoh, yaitu kita anggap sebagai wacana dan juga hiburan untuk rakyatlah, gitu,” kata Dasco usai perayaan HUT ke-18 Partai Gerindra di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Baca Juga: Sekjen Gerindra Minta Maaf Atribut Partai Ganggu Masyarakat, Segera Dibersihkan

Dasco juga menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto belum menentukan langkah politik untuk Pilpres 2029. Menurutnya, Prabowo masih akan melihat terlebih dahulu capaian dan kinerja pemerintahan pada periode pertama.

"Jadi, yang pertama, Pak Prabowo itu pasti akan menentukan langkah setelah melihat dalam periode pertama apakah pekerjaan dan tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik dan bermanfaat untuk rakyat banyak,” ujar Dasco.

Wacana Pilpres 2029 belakangan kembali menguat meski pesta demokrasi tersebut masih tiga tahun lagi. Isu ini mencuat setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka untuk kembali maju pada periode 2029–2034.

Sufmi Dasco Ahmad <b>(NTVnews)</b> Sufmi Dasco Ahmad (NTVnews)

"Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” kata Jokowi saat ditemui di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat, 30 Januari 2026.

Seiring menguatnya isu tersebut, sejumlah partai politik pendukung pemerintahan Prabowo mulai menyampaikan sikap. Namun, dukungan terhadap Prabowo belum sepenuhnya diikuti kesepakatan soal calon wakil presiden. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan partainya kembali mendukung Prabowo Subianto untuk dua periode karena puas dengan kinerja pemerintahan.

"Kita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periodelah,” ujar Muhaimin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Meski demikian, ia menegaskan belum ada pembahasan mengenai pendamping Prabowo.

"Oh belum dibahas. Belum,” tegas Cak Imin.

Baca Juga: Barcelona Resmi Perpanjang Kontrak Fermin Lopez hingga 2031

Sikap serupa disampaikan Partai Amanat Nasional (PAN). Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno memastikan partainya telah mengambil sikap untuk kembali mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.

"Kita sudah tiga kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai lho di luar Gerindra, yang konsisten mendukung Pak Prabowo tiga kali dalam tiga Pilpres,” kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Namun, PAN belum memutuskan sosok calon wakil presiden.

“Kita tentu kita lihat nanti opsi-opsi terbaik. Karena kembali lagi, yang namanya paket itu tentu kan harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, ada juga dukungan elektoralnya tinggi dan sebagainya,” ujar Eddy.

Ia menambahkan fokus PAN saat ini adalah mendukung penuh pemerintahan Prabowo.

"Bagi kita, itu sudah pilihan natural untuk mendukung beliau kembali nanti di tahun 2029. Jadi kita dari awal juga sudah mengatakan kita mendukung Presiden Prabowo sekarang all out,” katanya.

Secara pribadi, Eddy mengaku lebih mendukung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029.

“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan dukungan tersebut belum menjadi keputusan resmi partai.

x|close