MBG Menu Ramadan Jadi Berkah Melimpah untuk Produsen Roti Rumahan di Mesuji Sumsel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 14:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Andri Sulistiawati seorang supplier roti rumahan di SPPG Catur Tunggal. Andri Sulistiawati seorang supplier roti rumahan di SPPG Catur Tunggal. (Istimewa)

Ntvnews.id, Ogan Komering Ilir - Aroma roti baru matang menyeruak dari dapur sederhana di Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Sejak Ramadan tiba, oven di rumah Andri Sulistiawati nyaris tak pernah benar-benar dingin. Adonan demi adonan diuleni, dibentuk, lalu dipanggang untuk memenuhi pesanan ribuan roti setiap harinya.

Andri Sulistiawati, salah satu supplier roti rumahan di SPPG Catur Tunggal, tak menyangka usahanya yang dulu berjalan seperti biasa kini berkembang lebih cepat. Ramadan tahun ini terasa berbeda. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu kering membuat permintaan roti melonjak drastis.

“Untuk pemesanan yang di atas 3.000 itu, bahkan pernah itu pesan 9.000 piece, dan kami bagi sesama UMKM, Kami ada 4 orang supplier yang masuk, jadi kami bagi untuk produksinya,” tutur Andri saat ditemui di rumahnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Roti abon, roti isi cokelat, roti wijen, hingga donat menjadi bagian dari paket menu Ramadan. Seluruhnya harus diproduksi segar dan diselesaikan dalam satu hari, karena keesokan paginya sudah harus disetor. Ritme kerja pun berubah menjadi lebih cepat dan terjadwal ketat.

Baca Juga: BGN Pastikan MBG Tetap Jalan Usai Idul Fitri

Lonjakan pesanan itu membuat Andri tak lagi bisa bekerja sendiri. Ia merekrut lima karyawan tambahan untuk membantu proses produksi. Dapur rumahnya kini lebih ramai, bukan hanya oleh aroma roti, tetapi juga oleh semangat kerja dan harapan baru.

“Untuk bulan Ramadan ini kami merekrut karyawan, jadi kami dibantu 5 orang untuk menyelesaikan pekerjaan kami,” katanya.

Di balik padatnya aktivitas dapur, ada dampak ganda yang ia rasakan. Di satu sisi, roda ekonomi desa bergerak lebih cepat. UMKM bertumbuh, tenaga kerja terserap, dan pendapatan meningkat. Di sisi lain, roti yang diproduksinya menjadi bagian dari paket pemenuhan gizi anak-anak.

Bagi Andri, MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi anak. Ia menjadi penggerak ekonomi desa. Ada kepastian pesanan, ada tambahan penghasilan, dan ada lapangan kerja yang terbuka bagi warga sekitar. “Terus terang sangat membantu sekali adanya program MBG ini untuk kita, karena kita lebih banyak rezeki, lebih banyak produksi,” ungkapnya.

Baca Juga: BGN Tegaskan Anggaran MBG Tidak Kurangi Pagu Kementerian

Di akhir perbincangan, Andri menyampaikan apresiasinya kepada Presiden atas keberlanjutan program tersebut. Ia berharap manfaat MBG terus dirasakan masyarakat luas dan dikelola dengan penuh tanggung jawab.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas program ini. Kami mohon untuk SPPG di seluruh Indonesia bisa amanah memegang program ini, supaya kucuran anggaran dana yang diberikan benar-benar bisa terealisasi sesuai harapan pemerintah,” ujarnya.

Di Mesuji Makmur, Ramadan kali ini bukan sekadar momentum ibadah. Bagi produsen roti rumahan seperti Andri, bulan suci menjadi tanda bahwa ketika kebijakan menyentuh akar rumput, berkahnya bisa terasa hingga ke dapur-dapur kecil, menghadirkan kepastian usaha sekaligus menyehatkan anak bangsa.

Tags

x|close