Gerindra Masih Kaji Ambang Batas Parlemen, Dasco Sebut Baru Tahap Simulasi Internal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Feb 2026, 09:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sufmi Dasco Ahmad Sufmi Dasco Ahmad (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan partainya masih mengkaji ketentuan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen melalui pembahasan internal. Pernyataan itu disampaikan Dasco usai menghadiri perayaan HUT ke-18 Partai Gerindra di Kertanegara, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026 malam.

Dasco menjelaskan, pembahasan di internal Gerindra saat ini baru memasuki tahap awal berupa simulasi.

"Ya kalau dalam internal Gerindra kami baru kemudian awal mengadakan simulasi-simulasi internal,” ujar Dasco.

Menurutnya, hasil simulasi tersebut belum bersifat final sehingga belum dapat dipublikasikan.

"Hal itu baru bersifat simulasi dan belum final, sehingga kemudian kita belum dapat menyampaikan ke publik mengenai hal-hal yang dilakukan dalam simulasi tersebut,” tuturnya.

Baca Juga: Sekjen Gerindra Minta Maaf Atribut Partai Ganggu Masyarakat, Segera Dibersihkan

Isu ambang batas parlemen kembali mengemuka setelah Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno melontarkan usulan penghapusan ketentuan tersebut. PAN menilai keberadaan ambang batas selama ini membuat jutaan suara pemilih tidak terkonversi menjadi kursi di DPR.

“Kita termasuk di antara partai yang dari dulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif,” kata Eddy di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Sufmi Dasco Ahmad <b>(NTVnews)</b> Sufmi Dasco Ahmad (NTVnews)

Eddy menegaskan, jumlah suara rakyat yang terbuang akibat ambang batas parlemen sangat besar.

"Jumlahnya tidak kecil, belasan juta,” tegasnya.

Perdebatan mengenai parliamentary threshold pun menjadi salah satu isu penting menjelang Pemilu 2029. Sebagian kalangan berpendapat aturan tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem politik dan pemerintahan. Namun, pihak lain menilai ambang batas justru mengurangi kualitas representasi rakyat di parlemen.

Sementara PAN secara terbuka mendorong penghapusan aturan ambang batas, Partai Gerindra hingga kini masih menutup rapat hasil simulasi internal yang tengah mereka lakukan.

x|close