Ntvnews.id, Jakarta - Survei nasional terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Lebih dari 90 persen responden menyatakan percaya atau sangat percaya terhadap Presiden sebagai jabatan dan figur kepemimpinan nasional. Hal ini mencerminkan kuatnya legitimasi politik pada awal masa pemerintahan.
“Trust terhadap Presiden tentu lebih tinggi dibanding approval rating-nya. Trust terhadap Presiden sebagai jabatan seringkali lebih tinggi ketimbang evaluasi kinerja atau performance-nya,” ujar Peneliti Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, Minggu (8/2).
Baca Juga: Survei Indikator: Publik Ingin Uang Sitaan Korupsi Ditunjukkan Terbuka
Dalam survei yang sama, tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat sebesar 79,9 persen, gabungan responden yang menyatakan sangat puas dan cukup puas. Angka ini dinilai relatif lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan awal pemerintahan presiden-presiden sebelumnya.
TNI dan Polri melakukan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). (Istimewa)
“Kalau kita bandingkan awal pemerintahan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) 2004 maupun Pak Jokowi (Joko Widodo) 2014, approval rating Pak Prabowo lebih tinggi,” katanya.
Burhan menjelaskan, kepuasan publik terhadap Presiden juga tidak dapat dilepaskan dari evaluasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional, meskipun penilaian tersebut sangat dipengaruhi oleh latar belakang sosial dan ekonomi responden.
“Evaluasi terhadap kondisi nasional itu umumnya sangat bergantung pada struktur sosial dan ekonomi mereka,” ujarnya.
Salah satu temuan penting survei ini adalah pergeseran faktor utama yang membentuk kepuasan publik terhadap Presiden. Jika sebelumnya citra ketegasan menjadi faktor dominan, kini pemberantasan korupsi muncul sebagai alasan utama kepuasan responden.
“Belakangan sejak Oktober 2025, variabel yang dianggap paling banyak menentukan kepuasan di kalangan mereka yang puas sama Pak Prabowo itu pemberantasan korupsi,” ungkapnya.
Selain pemberantasan korupsi, faktor lain yang turut memengaruhi kepuasan publik adalah pemberian bantuan sosial, khususnya pasca-gejolak sosial dan ekonomi pada Agustus 2025.
“Yang kedua, sering memberi bantuan. Ini juga relatif baru,” jelasnya.
Selain Presiden, survei Indikator juga mencatat tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sebanyak 93 persen responden menyatakan percaya atau sangat percaya terhadap TNI, menjadikannya institusi dengan tingkat kepercayaan tertinggi di antara lembaga negara lainnya.
“Kalau dari data ini yang paling tinggi tingkat trust-nya itu adalah TNI. Jadi ada total 93 persen yang sangat percaya atau cukup percaya terhadap TNI,” ucapnya.
Meski masih sangat tinggi, Burhan mencatat terdapat penurunan tipis dibandingkan survei sebelumnya, yang menurutnya perlu menjadi perhatian.
“Kita pernah survei trust terhadap TNI di atas 95 persen. Jadi ada sedikit penurunan dan karenanya TNI perlu melakukan koreksi,” jelasnya.
Burhan menegaskan bahwa kepercayaan (trust) dan kepuasan (approval rating) merupakan dua indikator yang berbeda, meskipun saling berkaitan. Kepercayaan bersifat lebih umum, sementara kepuasan sangat dipengaruhi oleh evaluasi kebijakan dan kinerja aktual.
“Trust dan approval itu bisa berubah tergantung konteks dan kinerja,” tegasnya.
Survei Indikator Politik Indonesia ini dilaksanakan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling. Memiliki margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. (Sekertariat Kepresidenan)