Kronologi Penganiayaan Driver Ojol yang Kepalanya Dihantam Besi oleh Oknum Perwira TNI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Feb 2026, 09:51
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Jajaran prajurit Kostrad TNI AD mendengarkan amanat Presiden Prabowo Subianto saat Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus TNI Angkatan Darat, Batujajar, Kabup Jajaran prajurit Kostrad TNI AD mendengarkan amanat Presiden Prabowo Subianto saat Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus TNI Angkatan Darat, Batujajar, Kabup (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang pengemudi ojek online bernama Hasan (26) menjadi korban penganiayaan di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Insiden tersebut mencuat setelah rekaman ceritanya menyebar luas di media sosial. Pelaku disebut merupakan oknum TNI, namun bukan bagian dari Paspampres sebagaimana sempat beredar.

"Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres, tapi dia anggota Mabes TNI, Denma," ujar Asintel Danpaspampres Kolonel Inf Mulyo Junaidi, Senin (9/2/2026).

Ia menambahkan bahwa proses kasus kini berada di bawah kewenangan Mabes TNI.

Baca Juga: Polisi Benarkan Laporan Penganiayaan Pengemudi Ojol di Jakarta Barat

"Sudah kami klarifikasi, (terduga pelaku) Kapten Cpm Antoni Anggota Denma Mabes," tutupnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa penganiayaan berawal pada Rabu (4/2), ketika Hasan menjemput seorang penumpang bernama Nur di Jalan Mawar. Tujuannya adalah Jalan Haji Lebar, Srengseng, Kembangan. Namun penumpang ternyata tidak mengetahui arah rumahnya, sehingga Hasan mengikuti petunjuk aplikasi.

Setibanya di lokasi, penumpang menyebut bahwa tempat tersebut bukan alamat rumahnya. Ia lalu memberikan share location yang dikirim oleh pelaku, namun titik tersebut tidak dapat dibuka. Hasan akhirnya mencoba mengikuti indikator peta menuju Jalan Kecapi, Meruya Utara, sekitar dua kilometer dari titik awal.

Setelah tiba di Jalan Kecapi, Hasan meminta penumpangnya menghubungi pelaku untuk memastikan alamat. Ketika telepon tersambung, ponsel diberikan kepada Hasan agar ia dapat bertanya langsung. Alih-alih mendapat penjelasan, Hasan justru menerima caci maki dari pria di seberang.

Baca Juga: Hari Ini DPR Gelar Rapat Paripurna, Sahkan Pengawas BPJS Kesehatan

Hasan mengaku tetap berusaha bicara tenang karena ia merasa hanya meminta kejelasan lokasi, namun pelaku semakin marah. Ia sempat ingin menghentikan perjalanan, tetapi memilih tetap mengantar penumpang karena merasa kasihan pada wanita itu yang sedang bepergian sendirian di malam hari.

Saat Hasan tiba di rumah pelaku, seorang pria yang merupakan anak pelaku telah berdiri di depan rumah dengan sikap menantang. Pertengkaran pun tak terhindarkan. Suasana makin tegang ketika anak pelaku menendang motor Hasan, memicu keributan fisik antara keduanya.

Di tengah kekacauan itu, pelaku yang diduga oknum TNI keluar rumah sambil membawa batang besi. Hasan langsung menjadi sasaran pukulan hingga kepalanya dihantam menggunakan benda tersebut.

Baca Juga: Tangis Haru Mahasiswi Berprestasi di Surabaya Terpaksa Mencuri Karena Tak Punya Uang

Setelah dipukuli, Hasan menjalani visum dan membuat laporan ke Polsek Kembangan. Namun ia mendapat penjelasan bahwa proses hukum terhambat karena pelaku adalah anggota militer. Merasa kasusnya tidak bergerak, Hasan akhirnya mengunggah keluhannya ke Instagram.

Unggahannya viral dan membuat Polsek Kembangan kembali memanggilnya untuk pemeriksaan lanjutan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memastikan laporan Hasan sudah diterima.

"Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat," ujarnya.

"Penanganan perkaranya saat ini masih terus berlangsung. Terkait informasi terduga pelaku, hal itu masih didalami dalam proses penyelidikan," pungkasnya.

x|close