Ntvnews.id, Washington - Pemerintah Iran membentuk sebuah badan kepemimpinan sementara yang terdiri dari tiga orang untuk mengelola pemerintahan setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, hingga pemimpin baru resmi dipilih.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi menyampaikan bahwa struktur kepemimpinan sementara tersebut telah mulai bekerja guna memastikan proses transisi kekuasaan berjalan hingga pemilihan pemimpin tertinggi yang baru.
"Sebuah badan baru telah dibentuk yang terdiri dari tiga orang. Jadi mereka akan bertanggung jawab sampai pemimpin baru terpilih. Mereka sedang bekerja untuk mempersiapkan landasan bagi pemilihan pemimpin baru," kata Takht-Ravanchi kepada wartawan pada Kamis, 5 Maret 2026.
Sebelumnya pada awal pekan ini, anggota Majelis Pakar Iran Mohsen Qomi, yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi negara, menyatakan bahwa proses pemilihan pengganti Khamenei saat ini tengah berlangsung.
Sementara itu, Mahmoud Rajabi yang merupakan anggota presidium badan negara menyampaikan pada 4 Maret 2026, bahwa pengumuman resmi mengenai hasil pemilihan pemimpin tertinggi Iran akan disampaikan oleh sekretariat Majelis Pakar setelah proses selesai.
Baca Juga: AS Selidiki Serangan Udara ke Sekolah Putri di Iran yang Tewaskan 168 Siswi
Di sisi lain, situasi keamanan di kawasan juga masih memanas. Amerika Serikat disebut sedang mempertimbangkan rencana operasi militer terhadap Iran yang diperkirakan dapat berlangsung hingga 100 hari atau sampai September 2026, sebagaimana dilaporkan surat kabar Politico.
Pada Rabu, 4 Maret 2026, Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth bahkan kembali merevisi durasi operasi militer tersebut menjadi delapan pekan, dari rencana awal yang diperkirakan berlangsung empat hingga lima pekan.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan batas waktu empat hingga lima minggu untuk menyelesaikan serangan terhadap Iran apabila operasi militer dianggap diperlukan.
Dalam perkembangan lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) juga dilaporkan meminta tambahan perwira intelijen militer ke markas besarnya di Tampa, Florida, guna memperkuat dukungan terhadap operasi yang berkaitan dengan Iran. Permintaan tersebut tercantum dalam dokumen internal Pentagon yang dikutip oleh laporan Politico.
Baca Juga: Kim Jong-Un: Korea Utara Siap Pasok Rudal ke Iran
(Sumber: Antara)
Warga berdoa untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026. Kedutaan Besar Republik Islam Iran menggelar doa bersama untuk mengenang gugurnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta warga sipil sekaligus melakukan penandatanganan petisi yang mengecam agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/agr (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN) (Antara)