Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026 tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga memastikan tindak lanjut berupa pengobatan dan perawatan.
Penegasan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, yang menyebut bahwa penguatan tata laksana menjadi prioritas utama. Menurut Murti, tata laksana yang dimaksud adalah rangkaian proses setelah seseorang menerima layanan pemeriksaan.
“Khusus tahun ini memang kami akan lebih memfokuskan tata laksana, apa sih artinya tata laksana? Artinya setelah mendapatkan cek kesehatan gratis ini, kami ingin sebetulnya masyarakat dapat menerima pengobatan, dapat menerima perawatan,” ujarnya dalam wawancara cegat di Mabes TNI, Jakarta.
Baca Juga: Yaqut Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Gugat Status Tersangka Kasus Kuota Haji
Ia menjelaskan bahwa layanan CKG, seperti pemeriksaan tekanan darah, harus diikuti dengan langkah nyata untuk membantu masyarakat mengatasi kondisi kesehatannya. Murti menegaskan pentingnya konsistensi pengobatan dan pendampingan edukatif bagi peserta yang hasil pemeriksaannya menunjukkan gangguan kesehatan.
“Padahal kalau kita tahu bahwa itu sebetulnya karena tekanan darah kita tinggi, yang tidak terkontrol gitu ya. Nah, dengan CKG ini mereka harusnya mendapatkan pengobatan, mendapatkan edukasi,” tuturnya.
Penguatan tata laksana dalam CKG juga diarahkan untuk membantu peserta yang mengalami penurunan kondisi kesehatan agar dapat pulih. Perubahan perilaku, perbaikan pola makan, serta aktivitas yang kembali normal menjadi sasaran program agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan.
Baca Juga: KPAI Soroti Kendala Pencairan PIP dan Pungutan Sekolah dalam Kasus Bocah Bunuh diri di NTT
“Kita maunya dengan adanya mendapatkan pengobatan. Adanya edukasi untuk perubahan perilaku, pola makan, kita maunya terus kembali hijau, dia kembali normal kembali gitu, ya,” tambahnya.
Ia berharap program yang digagas Presiden Prabowo ini dapat memperluas pemenuhan layanan kesehatan bagi seluruh warga negara, sejalan dengan misi pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Itu misi pemerintah seperti itu, sehingga semua warga Indonesia kita semua sehat,” ujarnya.
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Murti Utami (Antara/Reno Esnir)