Mendiksaintek Targetkan Uji Coba Teknologi Sampah Mikro di Kelurahan Tahun Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Feb 2026, 20:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menargetkan percepatan uji coba teknologi pengolahan sampah skala mikro dapat dilakukan dalam waktu dekat, khususnya di tingkat kelurahan dan desa. Hal tersebut disampaikannya usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Brian menyebut bahwa uji coba akan dilakukan dalam tahun ini.

"Dalam tahun ini kita berharap sudah bisa diuji coba di beberapa kelurahan dan desa,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai teknologi tengah dikaji untuk menentukan metode paling efektif dalam pengolahan sampah skala mikro.

"Ya, ini teknologinya tentu kita akan lihat ya ada gasifikasi, kemudian plasma-assisted, plasma dingin dan sebagainya. Kita akan assess lagi mana yang paling baik,” ujarnya.

Baca Juga: Mendagri Tito: 11 Daerah di Sumatra Masih Perlu Atensi Khusus Pascabencana Hidrometeorologi

Brian memastikan bahwa penerapan teknologi tersebut akan difokuskan di tingkat kelurahan dengan kapasitas pengolahan sekitar 10 ton sampah per hari.

"Betul, betul di tingkat kelurahan,” katanya.

"Kira-kira 10 ton per hari ya kira-kira. Jadi sampah di kelurahan, di desa itu kira-kira besarannya 10 ton per hari itu yang akan coba kita atasi,” lanjutnya.

Menurut Brian, sistem pengolahan di tingkat lokal diharapkan dapat mengurangi mobilisasi sampah ke tempat pembuangan akhir, sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto <b>(NTVnews)</b> Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (NTVnews)

"Harapannya juga dengan begitu tidak ada mobilitas, mobilisasi sampah sehingga nanti lebih mengurangi ya. Jadi sampah tidak perlu dibuang jauh-jauh gitu ya, jadi semuanya bisa ditangani di tingkat kelurahan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa satu unit teknologi di setiap kelurahan dinilai sudah cukup untuk menangani volume sampah setempat.

"Betul cukup satu.” jawabnya.

Baca Juga: Kementerian PU Ungkal Butuh Rp73,98 Triliun untuk Penanganan Pascabencana di Sumatera

Terkait pemanfaatan energi, Brian menegaskan bahwa teknologi ini tidak difokuskan untuk menghasilkan listrik, melainkan mengolah sampah menjadi material yang bisa dimanfaatkan kembali.

"Kalau yang ini tidak menghasilkan listrik. Jadi ini hanya untuk menangani sampah menjadi pasir atau debu ya yang nanti bisa dipakai untuk mencampur, dicampur pasir untuk apa trotoar, untuk semen dan sebagainya. Oke makasih banyak ya semua.” pungkasnya.

x|close