Hashim: Swasembada Beras Bisa Dicapai Lebih Cepat Lewat Pembangunan Berkelanjutan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Feb 2026, 11:26
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo (NTV)

Ntvnews.id, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa target swasembada beras nasional dapat dicapai lebih cepat apabila pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Hal itu disampaikannya dalam forum Nusantara Sustainability Trends Forum (Nature) 2026 di Nusantara Ballroom NT Tower, Kamis (12/2/2026). Menurut Hashim, ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan yang terjaga dan tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.

Ia menyoroti besarnya dampak kerusakan lingkungan dan bencana terhadap sektor produksi, termasuk pertanian. Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025, misalnya, menyebabkan kerusakan infrastruktur, gagal panen, hingga terganggunya distribusi logistik. Kerugian ekonomi akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 triliun.

“Setiap tahun lebih dari 0,5 persen PDB kita tergerus akibat kerusakan lingkungan dan bencana. Ini bukan sekadar angka, tetapi sawah yang gagal panen dan produksi yang terhenti,” ujar Hashim.

Menurut dia, jika pembangunan dan aktivitas ekonomi mengabaikan prinsip keberlanjutan, potensi kerugian bisa meningkat hingga 1,6 persen dari PDB, terutama di pusat-pusat ekonomi seperti Jawa dan Sumatera. Dampak tersebut secara langsung memukul sektor pertanian sebagai penopang utama swasembada beras.

Baca Juga: Cabut 28 Izin Tambang dan Sawit Ilegal, Hashim: Bukti Nyata Prabowo-Gibran Jaga Alam Tanpa Hambat Ekonomi

Karena itu, Hashim menekankan pentingnya menjadikan keberlanjutan sebagai strategi ekonomi nasional, bukan sekadar isu lingkungan. Dengan pengelolaan sumber daya air yang lebih baik, perlindungan kawasan hulu, serta pemanfaatan energi bersih untuk mendukung produksi pertanian, Indonesia dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat swasembada.

Ia juga menggarisbawahi bahwa menjaga alam berarti mengamankan fondasi pertumbuhan ekonomi, termasuk sektor pangan.

“Alam bukan penghambat pembangunan. Alam adalah aset strategis bangsa. Bangsa yang menjaga alamnya sedang mengamankan pertumbuhan ekonominya,” tegasnya.

Sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, Hashim optimistis Indonesia mampu meningkatkan produksi beras secara signifikan dalam waktu lebih cepat, selama kebijakan pangan dan iklim berjalan terintegrasi.

Menurutnya, stabilitas lingkungan akan menentukan stabilitas produksi. Dengan sistem pertanian yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan dukungan kebijakan yang konsisten, cita-cita swasembada beras bukan hanya realistis, tetapi dapat diwujudkan dalam waktu yang lebih singkat dari perkiraan sebelumnya.

“Keberlanjutan harus menjadi arah kebijakan, arah investasi, dan arah pembangunan. Dari situlah ketahanan dan kedaulatan pangan kita akan semakin kuat,” pungkas Hashim.

x|close