China Gelar Operasi Digital, Targetkan Konten Anti-Keluarga hingga Pamer Kekayaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Feb 2026, 07:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Anak Bermain Handphone Ponsel Ilustrasi Anak Bermain Handphone Ponsel (Pixabay)

Ntvnews.id, Beijing- Badan Ruang Siber China (CAC) meluncurkan operasi digital bertajuk “Qinglang” yang menyasar konten promosi nilai anti-keluarga hingga pamer kekayaan, mulai hari ini hingga satu bulan ke depan. Langkah ini diambil untuk menciptakan ruang digital yang lebih kondusif selama perayaan Imlek 2026.

Dilansir dari Xinhua, Jumat, 13 Februari 2026, operasi tersebut akan menertibkan konten digital yang dianggap jahat yang memicu emosi negatif, termasuk yang mempromosikan ketakutan akan pernikahan dan anti-kelahiran karena dinilai dapat memicu konflik serta pertentangan gender.

Konten dengan narasi dan alur cerita konflik keluarga yang populer juga menjadi sasaran penertiban. Tema-tema seperti “orang tua pilih kasih”, “konflik mertua dan menantu”, dan “perkelahian antarsaudara” dinilai mengeksploitasi konflik keluarga dan antargenerasi demi menarik perhatian publik.

CAC menyebut jenis konten tersebut sebagai sampah digital dan konten berkualitas rendah yang hanya bertujuan meningkatkan jumlah penonton.

Baca Juga: DPR Ingatkan TNI ke Gaza buat Kemanusiaan, Bukan Tempur!

Selain itu, konten seperti belanja kebutuhan Imlek dan adu tradisi Imlek yang menampilkan kemewahan secara berlebihan juga akan ditindak karena dianggap menonjolkan kesenjangan ekonomi dan memicu konflik sosial.

CAC juga akan membatasi perang antarpenggemar atau “fan circle” di dunia maya yang memanfaatkan momentum Imlek, termasuk acara Gala Festival Musim Semi, film-film Imlek, dan ajang olahraga populer.

Konten yang mempromosikan takhayul seperti penolakan kesialan, “Tai Sui”, layanan ramalan, serta perhitungan nasib daring juga masuk dalam target operasi “Qinglang”.

Baca Juga: Catat Jadwal Libur dan WFA Lebaran 2026, Bisa Mudik Hingga 2 Minggu!

Dalam pelaksanaannya, CAC menginstruksikan platform digital untuk membentuk tim khusus dan memperkuat pemantauan di halaman utama, daftar pencarian populer, rekomendasi konten, linimasa, serta kolom komentar.

Imlek sendiri merupakan periode di mana banyak warga China mudik ke kampung halaman untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Melalui operasi “Qinglang”, pemerintah berharap masyarakat dapat menikmati libur Imlek dengan minim konflik sosial.

Operasi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah China untuk mendorong peningkatan angka kelahiran yang terus menurun. Biro Statistik Nasional China pada Januari 2026 melaporkan bahwa angka kelahiran pada 2025 turun menjadi 5,63 kelahiran per 1.000 penduduk, lebih rendah dibanding rekor terendah tahun 2023 sebesar 6,39 per 1.000 penduduk, sehingga populasi China menyusut 3,39 juta orang.

x|close