Indonesia Raih Juara 2 di Kompetisi Patung Salju Sapporo 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Feb 2026, 12:45
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Indonesia raih juara 2 di Sapporo Snow Festival Indonesia raih juara 2 di Sapporo Snow Festival (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia berhasil menorehkan prestasi unik di panggung internasional. Di ajang 2026 International Snow Sculpture Contest (edisi ke-50) yang digelar pada rangkaian Sapporo Snow Festival, tim Indonesia berhasil meraih Juara 2 (Second Prize) lewat karya berjudul “Peacock Dance".

International Snow Sculpture Contest merupakan salah satu acara puncak dalam Sapporo Snow Festival setiap tahunnya di Sapporo, Jepang—festival musim dingin terbesar yang menarik jutaan pengunjung dan seniman dari belahan dunia. Kompetisi ini berlangsung pada 2–7 Februari 2026 di Odori Park, area Odori Venue 11-chome 1, dan mempertemukan 10 tim dari berbagai negara/daerah mulai dari Austria, Finlandia, Hawaii, Polandia, Mongolia, Singapura, Thailand, hingga sister city Sapporo dari Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Dalam ajang ini tidak hanya memamerkan patung-patung salju raksasa yang menakjubkan, tetapi juga menjadi ajang kompetisi seni untuk tim-tim internasional dengan kreativitas tinggi. 

Tim patung salju Indonesia bernaung di bawah Garuda Sculpture Indonesia. Sebagian anggota berdomisili di Tangerang dan Bekasi dan mereka telah lama berkarya sebagai pemahat ice carving. Tim patung salju Indonesia terdiri dari kapten tim bernama Bambang Supriyanto dan anggota lain bernama Bambang Suryana dan Giri Subagio.

Tim Indonesia berhasil meraih posisi juara kedua (Second Prize) dalam kompetisi bergengsi ini. Peacock Dance berada tepat di bawah pemenang utama dari Finlandia dan di atas negara Mongolia. Peacock Dance terasa bukan sekadar judul—ia menjadi simbol: gerak, detail, dan keanggunan yang dibekukan dalam salju. 

Prestasi ini dianggap luar biasa karena Indonesia bukan negara empat musim, tidak ada salju alami maupun tradisi pahatan salju lokal sebelumnya. Bahkan prestasi ini bukan sekadar kemenangan kompetitif belaka, tetapi juga diplomasi budaya, di mana karya seni Indonesia berbicara tentang identitas budaya di tengah panggung internasional musim dingin.

x|close