Ntvnews.id, Yogyakarta - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa untuk mengambil peran lebih besar dalam mempercepat operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-52 Kospin Jasa di Yogyakarta, Sabtu, 15 Februari 2026.
Menurut Ferry, Kospin Jasa diharapkan masuk ke pusat distribusi sebagai pengumpul (offtaker) agar produk-produk masyarakat desa dapat terserap pasar melalui Kopdes Merah Putih. Ia menekankan pentingnya kehadiran koperasi dalam menjamin keberlanjutan distribusi hasil produksi rakyat.
"Tidak boleh ada lagi produk rakyat yang tidak terserap pasar. Kospin Jasa bisa mengambil peran di sini," ujar dia.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga memaparkan capaian kinerja Kospin Jasa sepanjang 2025. Aset koperasi itu tercatat mencapai Rp7,33 triliun atau melampaui target Rp7,31 triliun. Modal sendiri berada di angka Rp2,03 triliun, lebih tinggi dari target Rp1,90 triliun. Simpanan dan tabungan anggota mencapai Rp5,06 triliun, sementara Sisa Hasil Usaha (SHU) tercatat Rp39,10 miliar.
"Kalau dilihat dari angka-angkanya menunjukkan bahwa Kospin Jasa ini memang menjadi kebanggaan kita semua karena di tengah situasi yang sulit namun tetap tumbuh dan solid," ujar Ferry.
Baca Juga: Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat, Kopdes Merah Putih Bakal Buka 1,6 Juta Lapangan Kerja
Ia menegaskan, capaian tersebut membuktikan koperasi mampu menjadi pilar ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan di tengah tantangan global. Dengan kontribusi koperasi, Ferry optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional 2026 sebesar 5,4 persen dapat terealisasi.
Lebih lanjut, Ferry menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembangunan pusat ekonomi desa melalui program strategis nasional Kopdes/Kelurahan Merah Putih. Saat ini sekitar 30 ribu unit Kopdes/Kel Merah Putih masih dalam tahap pembangunan infrastruktur fisik seperti gerai, gudang, serta fasilitas pendukung, dengan target mulai beroperasi pada April 2026.
"Bayangkan dengan selesainya pembangunan 30 ribuan Kopdes Merah Putih selesai maka akan ada 30 ribuan ritel berdiri dan beroperasi di desa sekaligus. Ini akan memicu perputaran uang yang luar biasa besar di desa," ujarnya.
Ferry berharap Kospin Jasa dapat berperan sebagai pendamping operasional, baik dalam penguatan sumber daya manusia maupun kelembagaan Kopdes Merah Putih. Ia juga menilai koperasi perlu bertransformasi agar lebih diminati generasi muda.
Baca Juga: Pemerintah Kebut Bangun 30.000 Kopdes Merah Putih, Demi Cegah Penyelewengan Dana Desa
"Koperasi harus tampil ramah, modern, dan dekat dengan gaya hidup generasi muda," ucap Menkop.
Sementara itu, Ketua Umum Kospin Jasa Andy Arslan Djunaid menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjalankan proyek percontohan pembangunan 125 unit Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah.
Ia menambahkan, Kospin Jasa telah menjalin komunikasi dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) guna mendukung keberhasilan program Kopdes Merah Putih bersama koperasi lainnya.
"Kita sudah bicara dengan Direktur Utama LPDB agar Kospin Jasa dan koperasi lain untuk ikut menyukseskan program Kopdes karena tujuannya sangat baik yaitu untuk membangkitkan ekonomi yang dimulai dari desa," kata Andy.
(Sumber: Antara)
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono berbicara dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kospin Jasa ke-52 di Yogyakarta, Sabtu, 14 Februari 2026. ANTARA/HO-Kemenkop (Antara)