BGN Tegaskan Balita dan Ibu Hamil Jadi Prioritas Program MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Feb 2026, 16:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya (Putih) saat dimintai keterangan usai rapat konsolidasi Program MBG. di Provinsi Lampung, Sabtu, 14 Februari 2026. ANTARA/Dian Hadiyatna Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya (Putih) saat dimintai keterangan usai rapat konsolidasi Program MBG. di Provinsi Lampung, Sabtu, 14 Februari 2026. ANTARA/Dian Hadiyatna (Antara)

Ntvnews.id, Bandarlampung - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa sasaran utama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kelompok rentan yang terdiri atas balita, ibu hamil, dan ibu menyusui atau yang disebut 3B.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyampaikan hal tersebut saat rapat konsolidasi Program MBG di Provinsi Lampung pada Sabtu, 14 Februari 2026.

"Ini juga ada kekeliruan pemahaman seharusnya ketika dapur MBG baru dibangun oleh mitra yang utama dicari atau penerima manfaat itu balita, ibu hamil dan ibu menyusui," kata Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam rapat konsolidasi Program MBG di Provinsi Lampung, Sabtu, 14 Februari 2026.

Ia menjelaskan, sebanyak 77 negara telah lebih dulu menjalankan program makan di sekolah. Namun, Indonesia memiliki pendekatan berbeda karena tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga memperhatikan kelompok 3B.

"Ini yang merupakan keunggulan dari program MBG ini. Hanya di Indonesia ada program makan yang makanannya diantar ke rumah oleh kader-kader di puskesmas siapa yang mendapatkanya ibu hamil dan ibu menyusui itulah keunggulannya, di negara lain tidak ada," kata dia.

Baca Juga: Waka BGN Sedih Lihat Kebun Pisang di Tanah Perhutani Dimiliki Pengusaha Besar

Menurutnya, mitra pelaksana program harus memprioritaskan kelompok 3B karena hal ini berkaitan langsung dengan 1.000 hari pertama kehidupan, fase krusial dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

"Jadi kita bisa lihat bahkan dari dalam perut, dalam bentuk janin ini sudah diperhatikan oleh pemerintah. Jadi pola pikirnya harus disamakan dahulu bahwa yang harus diberi makanan bergizi gratis ini adalah 3B. Ini yang harus diutamakan bukan datang dulu ke sekolah mendata penerima manfaat lalu melakukan kerjasama," kata dia.

Sony mengakui bahwa masih terdapat kekeliruan persepsi di masyarakat. Hal ini tak lepas dari awal kemunculan gagasan program yang identik dengan makan siang di sekolah. Padahal, tujuan utama MBG adalah memastikan kualitas gizi kelompok rentan pada fase seribu hari pertama kehidupan sebelum menyasar peserta didik.

"Mari kita rubah pemahamannya dan pahami tujuannya bahwa berikan gizi terhadap kelompok rentan balita ibu hamil dan ibu menyusui baru ditambah dengan peserta didik. Mengapa demikian ini bukan sekedar memberikan makan tapi bagaimana merencanakan Indonesia ke depan, 2045 kita siapkan dari sekarang," kata dia.

Dengan demikian, BGN menekankan bahwa Program MBG bukan sekadar program makan gratis, melainkan strategi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia menuju 2045 melalui pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dini.

Baca Juga: BGN Catat 21.897 SPPG Beroperasi Layani 65 Juta Penerima Manfaat

(Sumber: Antara) 

x|close