Xi Jinping-Donald Trump Dijadwalkan Bertemu April 2026, Wang Yi: Dialog Lebih Baik dari Konfrontasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Feb 2026, 13:50
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri China Wang Menteri Luar Negeri China Wang (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Hubungan China-Amerika Serikat kembali menjadi sorotan global. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan bahwa dialog dan kerja sama harus menjadi fondasi utama relasi kedua negara, bukan konfrontasi.

Pernyataan itu disampaikan Wang saat bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di sela-sela Munich Security Conference, Jumat, 13 Februari 2026. Pertemuan tersebut membahas persiapan agenda penting, yakni rencana pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump pada April 2026.

Dalam keterangannya di laman resmi Kementerian Luar Negeri China, Wang Yi menekankan bahwa kedua kepala negara telah memberikan arahan strategis bagi masa depan hubungan bilateral. Tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat prinsip saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, serta menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan.

"Dialog lebih baik daripada konfrontasi, kerja sama lebih baik daripada konflik," ucapnya dikutip Minggu, 15 Februari 2026.

Ia menambahkan, China dan Amerika Serikat perlu memperluas ruang kolaborasi sekaligus mengelola perbedaan secara konstruktif agar hubungan kedua negara tetap stabil dan berkelanjutan. Wang Yi menyebut diskusi dengan Marco Rubio berlangsung positif dan produktif. Kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi serta koordinasi diplomatik dalam berbagai isu strategis.

Presiden China Xi Jinping bertemu Presiden AS Donald Trump di Busan, Korea Selatan, pada 30 Oktober 2025. (ANTARA/HO-Xinhua/Huang Jingwen) <b>(Antara)</b> Presiden China Xi Jinping bertemu Presiden AS Donald Trump di Busan, Korea Selatan, pada 30 Oktober 2025. (ANTARA/HO-Xinhua/Huang Jingwen) (Antara)

Baca Juga: Xi Jinping Dukung Pembicaraan Akhiri Perang Ukraina dalam Pertemuan dengan Putin

Di pihak AS, Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott menyampaikan bahwa pertemuan tersebut dinilai konstruktif. Rubio disebut menekankan pentingnya komunikasi yang berorientasi hasil dalam isu bilateral, regional, hingga global.

Selain itu, rencana kunjungan Presiden Trump ke China pada April juga turut dibahas sebagai bagian dari upaya memperkuat dialog tingkat tinggi. Dalam forum terpisah di Munich, Wang Yi menyatakan bahwa China memandang hubungan dengan Amerika Serikat sebagai tanggung jawab historis terhadap masyarakat internasional.

Menurutnya, ada dua kemungkinan arah hubungan China–AS: kerja sama yang saling menguntungkan atau konfrontasi apabila AS memilih kebijakan tekanan dan pembatasan terhadap China.

"Kami berharap skenario pertama yang terjadi, tetapi juga siap menghadapi berbagai risiko," kata Wang.

(Sumber: Antara)

x|close