Ntvnews.id, Jakarta - Sultan Ahmed bin Sulayem mundur dari jabatannya sebagai CEO raksasa logistik DP World yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), diumumkan pada Jumat waktu setempat.
Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan terkait dugaan hubungan masa lalu dalam skandal Jeffrey Epstein. Pengunduran diri ini jadi sorotan di dunia bisnis global, mengingat Bin Sulayem merupakan salah satu figur cukup berpengaruh di sektor logistik dan pelabuhan internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah.
"DP World, pada hari Jumat mengatakan bahwa ketua dan kepala eksekutifnya, Sultan Ahmed Bin Sulayem, telah mengundurkan diri," tulis laporan Reuters, dikutip Minggu, 15 Februari 2026.
Kontroversi mencuat setelah sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat menyebut nama Bin Sulayem muncul dalam dokumen yang dirilis oleh United States Department of Justice. Dokumen tersebut memuat sejumlah nama yang dikaitkan dengan Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual.
Berkas Epstein kembali menjadi sorotan setelah postingan viral di 4Chan muncul kembali dalam dokumen yang baru dirilis. (Times Now World)
Baca Juga: Ramai Pengunduran Diri Tokoh Politik di Eropa Usai Rilis Berkas Jeffrey Epstein
Meski demikian, laporan tersebut belum dapat diverifikasi, dan belum ada putusan hukum yang secara langsung mengaitkan Bin Sulayem dengan tindakan kriminal. Namun, tekanan publik dan institusional terus meningkat, memicu langkah cepat dari manajemen perusahaan dan otoritas Dubai.
Tak lama setelah pengumuman pengunduran diri, penguasa Dubai mengeluarkan dekrit resmi untuk menunjuk ketua baru bagi Dubai Ports, Customs and Free Zone Corporation, salah satu entitas penting yang sebelumnya dipimpin oleh Bin Sulayem.
Sebagai bagian dari restrukturisasi manajemen, DP World menunjuk Essa Kazim sebagai Ketua Dewan Direksi dan Yuvraj Narayan sebagai CEO Grup yang baru. Kazim saat ini juga menjabat sebagai Gubernur Dubai International Financial Centre, sementara Narayan merupakan eksekutif senior yang telah bergabung dengan DP World sejak 2004 dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil CEO.
Sultan Ahmed bin Sulayem (arabianbusiness)