Ntvnews.id, Beirut - Pesawat tempur milik Israel dilaporkan melancarkan serangkaian serangan udara ke sejumlah titik di wilayah Lebanon selatan pada Sabtu malam, 14 Februari 2026. Informasi tersebut disampaikan seorang sumber militer Lebanon kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti
"Semalam, pesawat tempur Israel melancarkan serangkaian serangan dahsyat dengan menggunakan rudal berat berpemandu di … [sejumlah wilayah] di Lebanon selatan," kata sumber tersebut.
Menurut keterangan yang sama, total terdapat 14 serangan yang dilepaskan secara bertahap. Target serangan mencakup kawasan pegunungan hingga area yang berada di dekat permukiman warga.
Sementara itu, kantor berita nasional Lebanon, National News Agency (NNA), juga melaporkan adanya gelombang serangan baru yang dilancarkan Israel terhadap wilayah negara tersebut.
Baca Juga: Ribuan Warga Palestina “Lenyap Menguap Akibat Senjata Termal Israel di Gaza
Di sisi lain, militer Israel melalui pernyataan di platform digital berbahasa Arab menyebut bahwa infrastruktur militer milik Hizbullah di Lebanon selatan menjadi sasaran operasi tersebut.
Perkembangan ini terjadi di tengah upaya pemerintah Lebanon yang pada akhir Agustus 2025 menugaskan militer nasional untuk memonopoli persenjataan paling lambat akhir 2025.
Kebijakan itu diikuti dengan pengerahan pasukan secara lebih luas ke wilayah selatan, termasuk pembongkaran gudang senjata dan terowongan milik Hizbullah sesuai perjanjian gencatan senjata dengan Israel yang dicapai pada 27 November 2024.
Meski demikian, serangan masih terus terjadi. Israel bahkan disebut mengancam akan melancarkan operasi militer berskala besar apabila Lebanon dinilai tidak memenuhi komitmen yang telah disepakati.
Baca Juga: Israel Resmi Bergabung Board of Peace
(Sumber: Antara)
ilustrasi: Asap mengepul menyusul serangan Israel, di Gaza, Senin, 9 Oktober 2023. (ANTARA)