Ntvnews.id, Canbera - Seorang penumpang maskapai Qantas mengalami perjalanan yang sangat tidak menyenangkan selama penerbangan, setelah penumpang di sebelahnya muntah hebat hingga membuat dirinya basah kuyup seperti terendam cairan.
Dilansir dari Stuff, Senin, 16 Februari 2026, Richard, penumpang penerbangan QF155 rute Melbourne–Auckland pada 28 Januari, mengatakan sejak proses boarding ia sudah melihat penumpang di sebelahnya tampak tidak sehat.
Firasat Richard terbukti benar. Tak lama setelah lepas landas, penumpang tersebut muntah dengan sangat parah.
"Muntahan itu mengenai layar TV di belakang kursi di depan dengan sangat keras, sampai terciprat," kata Richard.
Baca Juga: Kaops Ungkap 20 Anggota KKB Tembaki Pesawat Smart Air
Penumpang yang sakit mencoba menahan muntah menggunakan hoodie, namun cairan muntah tetap mengalir ke kursi di sebelahnya. Richard menyebut seluruh baris kursi terdampak oleh insiden tersebut.
"Muntahan itu mengenai jaket saya, lalu celana pendek saya lalu menetes ke lantai dan kemudian menetes ke kursi saya sehingga kursi saya basah, sabuk pengaman saya basah," lanjutnya.
Ia mengkritik awak kabin yang menurutnya seharusnya dapat menilai kondisi kesehatan penumpang sebelum penerbangan.
Ilustrasi Pesawat (pixabay)
"Mereka memiliki kesempatan untuk mencegah orang ini naik pesawat, termasuk ketika ia secara khusus meminta kantong muntah. Saya rasa sudah jelas sekali bahwa pria itu tidak sehat," jelasnya.
Dalam respons awal atas keluhan tersebut, Qantas menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa tidak ada penilaian kelayakan terbang maupun tindakan pencegahan, meski penumpang itu menunjukkan tanda-tanda sakit sejak boarding.
Richard mengatakan awak kabin hanya memberikan tisu basah dan meminta dirinya tetap duduk dengan sabuk pengaman terpasang, sementara penumpang yang sakit dipindahkan ke bagian depan kabin keputusan yang menurutnya keliru.
"Keputusan itu adalah membuat saya berendam dalam cairan tubuh pria ini," jawabnya.
Baca Juga: Mesin Rusak di Udara, Pesawat Arik Air Lakukan Pendaratan Darurat demi Keselamatan
Menurut Richard, demi alasan kesehatan dan keselamatan biologis, seharusnya ia dan penumpang lain dipindahkan ke area aman, bukan justru membiarkan mereka terpapar.
"Saya rasa Anda tidak perlu latar belakang medis untuk mengetahui bahwa muntahan seseorang bukanlah ancaman bagi dirinya sendiri, tetapi merupakan ancaman bagi orang lain," katanya.
Ia mengaku mulai merasa tidak enak badan karena bau tersebut dan akhirnya pindah ke bagian belakang pesawat. Richard memilih membuang jaket yang basah oleh muntahan dan kembali ke gerbang keberangkatan, lalu melanjutkan perjalanan ke Auckland keesokan harinya.
Richard menuturkan seluruh kejadian itu membuatnya merasa sangat jijik dan mual.
ilustrasi pesawat. (Pixabay)