Fadli Zon Soroti Konsistensi Pemikiran Prabowo dalam Bedah Buku Politik Akal Sehat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Feb 2026, 13:05
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (berdiri) menyampaikan sambutan dalam acara bedah buku Menteri Kebudayaan Fadli Zon (berdiri) menyampaikan sambutan dalam acara bedah buku (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti konsistensi pemikiran Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri bedah buku berjudul Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung di Jakarta, Minggu, 15 Februari 2026.

Berdasarkan siaran pers kementerian yang dikutip pada Senin, 16 Februari 2026, buku karya wartawan senior J Osdar itu disebut merekam perjalanan panjang konsistensi gagasan Prabowo yang telah terbentuk selama puluhan tahun.

Fadli menyampaikan bahwa berbagai kebijakan yang kini dijalankan Presiden merupakan implementasi dari proses dialektika pemikiran yang matang.

"Pak Prabowo tidak berubah. Apa yang beliau lakukan hari ini adalah exercise atau pelaksanaan dari akal sehat itu sendiri," kata Fadli Zon, yang mengenal Prabowo sejak aktif di Center for Policy and Development Studies (CPDS) pada 1993.

"Bagi Beliau, akal sehat tidak boleh hanya berhenti di ruang diskusi atau perdebatan intelektual, tetapi harus dilaksanakan melalui jalur politik," katanya.

Ia menilai kepemimpinan Prabowo sebagai wujud nyata dari konsep “politik akal sehat” yang berlandaskan amanat konstitusi. Menurut Fadli, arah kebijakan ekonomi Presiden berupaya kembali pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Baca Juga: Menbud Fadli Zon Dorong Revitalisasi Keraton Surakarta Sebagai Penjaga Budaya Nusantara

Program swasembada pangan dan energi, termasuk kebijakan makan bergizi gratis, disebut sebagai bagian dari koreksi terhadap praktik liberalisasi ekonomi yang dinilai berlebihan.

"Pekerjaan besar kita sekarang adalah melakukan koreksi terhadap neoliberalisme," katanya.

"Pak Prabowo ingin mengembalikan ekonomi kita ke jalur konstitusi yang sifatnya imperatif: bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Itulah ideologi ekonomi strukturalis, atau ekonomi yang menempatkan National Interest First," ia menjelaskan.

Lebih lanjut, Fadli memaparkan tiga pilar utama pemerintahan Prabowo dalam mewujudkan tujuan tersebut, yakni pembenahan institusi negara agar berfungsi optimal, penerapan intervensi negara yang tepat dan terukur, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi ruang refleksi bahwa kekuasaan pada hakikatnya merupakan instrumen untuk melayani kepentingan nasional secara tenang dan dewasa.

Bedah buku karya J. Osdar itu dipandu oleh pakar komunikasi Effendi Gazali. Sejumlah tokoh turut menjadi pembicara, antara lain Jimly Asshiddiqie, Aris Marsudiyanto, Suryopratomo, serta Anindya Novan Bakrie.

Hadir pula Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Anggota DPR RI Aboe Bakar Al Habsyi, pengamat Rocky Gerung, serta sejumlah pegiat literasi.

Baca Juga: Menbud Fadli Zon Resmikan Penataan Lanskap Candi Plaosan di Klaten

(Sumber: Antara)

x|close