Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bakal ikut mengawal keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, agar terus menyuarakan hak bangsa Palestina. Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, pihaknya berharap keikutsertaan Indonesia di BoP benar-benar memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor perdamaian dunia.
"Komisi I DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki, agar keikutsertaan Indonesia dalam BoP benar-benar membawa manfaat strategis bagi kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor perdamaian dunia," ujar Dave, Senin, 16 Febuari 2026.
"Dalam kerangka itu, Indonesia akan terus menyuarakan pentingnya keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk hak bangsa Palestina," imbuhnya.
Dave mengatakan, keberangkatan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS) yang untuk menghadiri sidang perdana BoP, merupakan langkah penting yang menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung arsitektur perdamaian global.
Ia memandang, kehadiran dalam forum tersebut menegaskan peran aktif Indonesia yang selalu mengedepankan diplomasi, dialog, dan solusi damai dalam menghadapi tantangan internasional.
Dave menilai, kehadiran Prabowo bukan simbol semata, tapi kontribusi nyata dalam membangun tata kelola perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan.
"Sidang perdana BoP menjadi momentum strategis untuk memastikan bahwa suara negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dapat terwakili secara adil dalam upaya menjaga stabilitas dan perdamaian dunia," jelas politikus Golkar.
Ia pun percaya, proses perdamaian akan berlanjut kendati Palestina belum tergabung dalam Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump.
"Hal tersebut merupakan bagian dari proses yang masih berjalan. Setiap forum perdamaian akan lebih bermakna apabila membuka ruang bagi semua pihak untuk berdialog secara konstruktif," tandas Dave.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 2 September 2025. (ANTARA)