Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) pada Kamis menyampaikan harapannya agar pengerahan pasukan ke Jalur Gaza tidak sampai dilakukan.
“Banyak negara yang sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan Timur Tengah, … mereka semua terlibat. Mereka ingin masuk ke dalam pertempuran. Mereka selalu mengatakan kepada saya, ‘Kami ingin mengirim tentara untuk bertempur jika diperlukan.’ Dan saya rasa itu tidak akan diperlukan,” kata Trump.
Trump juga mengungkapkan bahwa terdapat dua negara yang ingin melakukan intervensi dan “memberi pukulan telak kepada Hamas,” namun ia menambahkan bahwa kelompok Palestina tersebut telah berkomitmen untuk melucuti senjata.
Selain itu, Trump menegaskan komitmen Amerika Serikat untuk memastikan pengelolaan Gaza berjalan dengan baik di seluruh wilayahnya.
Baca Juga: Prabowo Lantang di Hadapan Trump: Indonesia Gabung Board of Peace untuk Perdamaian Palestina!
Pada Januari lalu, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian dan mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung.
Menurut Gedung Putih, organisasi tersebut dibentuk untuk mendukung rekonstruksi Gaza serta mendorong terciptanya jalur menuju perdamaian. Pertemuan perdana Dewan Perdamaian digelar pada Kamis di Washington, DC.
Prabowo Subianto dalam pertemuan Board of Peace (Istimewa)
Presiden Indonesia Prabowo Subianto turut menghadiri pertemuan perdana tersebut atas undangan Presiden Trump.
Sejumlah pemimpin negara anggota lainnya juga hadir, di antaranya dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hongaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir.
Rangkaian kegiatan pertemuan meliputi pembukaan oleh Presiden Trump, paparan dari tokoh-tokoh kunci Dewan Perdamaian, pernyataan para pemimpin negara anggota, serta ditutup dengan proses pemungutan suara dan penetapan resolusi.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di pertemuan Board of Peace di Washington DC, Kamis, 19 Februari 2026. (Istimewa)