Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis, 19 Februari 2026, menyatakan Hamas akan menghadapi tindakan keras apabila tidak memenuhi komitmen untuk melucuti senjata.
"Hamas sejauh ini, saya kira mereka akan menyerahkan senjata mereka, seperti yang mereka janjikan," ujar Trump saat berpidato dalam pertemuan perdana "Dewan Perdamaian" (Board of Peace) di Washington DC.
"Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan, Anda tahu, ditindak tegas, sangat tegas," imbuh Trump.
Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa Gedung Putih sepakat Hamas harus melucuti persenjataan dan Gaza perlu didemiliterisasi sebelum proses rekonstruksi dimulai di wilayah tersebut, menurut sejumlah laporan.
Baca Juga: AS Siap Serang Iran Akhir Pekan, Keputusan Tergantung Perintah Trump
Sementara itu, Hamas pada Selasa, 17 Februari 2026, meminta "Board of Peace" untuk turun tangan menghentikan apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Kelompok itu juga memperingatkan kemungkinan adanya upaya memanfaatkan forum tersebut sebagai alasan untuk melanjutkan operasi militer.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Selasa tersebut, juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan perkembangan selama empat bulan terakhir menunjukkan Israel belum benar-benar menghentikan perang, melainkan mengubah metode dan bentuknya, sembari menyebut "pembunuhan, pengungsian, blokade, dan kelaparan" masih terjadi.
Baca Juga: Trump Umumkan Donasi Rp162 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza Lewat Board of Peace
(Sumber: Antara)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Xinhua) (Antara)