Ntvnews.id, Jakarta - Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi masih mendalami kasus meninggalnya NS (12), bocah asal Kampung Leuwi Nanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial dengan narasi dugaan kekerasan dalam rumah tangga, menyusul ditemukannya sejumlah luka di tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Proses autopsi dilakukan guna menjawab berbagai spekulasi yang beredar, termasuk dugaan KDRT. Polisi menegaskan, hingga kini seluruh informasi masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebelum hasil forensik keluar.
Video dan informasi diunggah akun sukabumiupdate.
View this post on Instagram
Sebelumnya, kondisi korban saat menjalani perawatan di RSUD Jampangkulon sempat terekam dan beredar luas. Terlihat luka lebam di bagian wajah serta luka terbuka di paha yang memunculkan beragam dugaan di tengah masyarakat. Ayah korban tampak mendampingi sang anak dalam kondisi lemah sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Secapa Sukabumi untuk kepentingan autopsi. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti guna mengungkap peristiwa yang sebenarnya. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil resmi dari tim forensik sebagai dasar penanganan hukum lebih lanjut.
Ilustrasi garis polisi dalam peristiwa penembakan gereja di Michigan, Amerika Serikat (AS). (ANTARA)