Ntvnews.id, Jakarta - Suasana haru menyelimuti keluarga NS (12), seorang santri di salah satu pondok pesantren, yang meninggal dunia setelah mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuhnya.
Lima hari sebelum dinyatakan wafat, NS masih terlihat ceria bersama sang ayah, Anwar Satibi (38). Momen kebersamaan itu terekam dalam sebuah video yang kini beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, Anwar tampak melontarkan candaan ringan kepada putranya. Ia menggoda NS dengan mengatakan bahwa setelah lulus SMP nanti akan dinikahkan, sembari berseloroh bahwa anaknya itu masih dimandikan olehnya.
View this post on Instagram
Candaan tersebut disambut tawa, memperlihatkan hubungan hangat dan penuh keakraban antara ayah dan anak.
Namun beberapa hari kemudian, situasi berubah drastis. NS dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka bakar serius dan harus menjalani perawatan intensif. Meski telah mendapatkan penanganan medis, nyawa remaja tersebut tidak dapat diselamatkan.
Baca Juga: Niat Bikin Konten, Tiga Remaja Putri Tewas Dihantam Kereta Api di Batang
Kepergian NS meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta kerabatnya. Sementara itu, dugaan adanya tindak penganiayaan yang menyeret nama ibu tirinya kini menjadi perhatian publik.
Aparat kepolisian disebut tengah melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Ilustrasi garis polisi dalam peristiwa penembakan gereja di Michigan, Amerika Serikat (AS). (ANTARA)