Ntvnews.id, Jakarta - Pengungkapan kasus penemuan mayat perempuan tanpa identitas di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kini mendapat atensi langsung dari Mabes Polri. Satuan Reserse Mobil (Resmob) Bareskrim Polri resmi dilibatkan untuk mempercepat proses penyelidikan atas kasus yang menggegerkan warga tersebut.
Kepala Satuan Resmob Bareskrim Polri, Arsya Khadafi, memastikan pihaknya telah mengerahkan personel guna membantu pengusutan di lapangan. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap jajaran kepolisian daerah dalam mengungkap pelaku serta motif di balik kematian korban.
“Tim gabungan Bareskrim, Polda Jatim dan Polres Malang turun untuk ungkap dan tangkap,” ujar Arsya, Sabtu 21 Februari 2026.
Sebelumnya, warga Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang perempuan di aliran Sungai Jilu pada Selasa, 17 Februari 2026. Saat ditemukan, kondisi korban memprihatinkan, tanpa busana, tangan terikat, serta mulut tersumpal kain.
Baca Juga: Petani NTT Bersyukur, 3 Ribu Pohon Buncis Terserap Berkat Program MBG
Kapolres Malang melalui Kasat Reskrim, Hafiz Prasetia Akbar
“Terdapat sumpalan kain di dalam mulutnya. Korban juga ditemukan dalam kondisi tidak berbusana," ujar AKP Hafiz.
Ia menambahkan, berdasarkan perkiraan sementara tim forensik, korban kemungkinan sudah meninggal selama tiga hingga lima hari sebelum jasadnya ditemukan warga.
Hingga kini, identitas korban masih menjadi misteri. Untuk memastikan siapa sosok perempuan tersebut, pihak kepolisian melakukan langkah ilmiah berupa uji DNA.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian 22 Februari 2026, Galeri24 dan UBS Naik Tembus Rp3 Juta per Gram
Kasi Humas Polres Malang, Bambang Subinajar, menyatakan bahwa tes DNA dilakukan dengan membandingkan sampel dari keluarga yang melapor kehilangan anggota keluarganya.
"Hari ini akan dilakukan uji DNA dengan pembanding sampel dari keluarga yang kehilangan kerabatnya," kata AKP Bambang Subinajar.
Keterlibatan Resmob Bareskrim dalam kasus ini diharapkan dapat mempercepat pengungkapan pelaku dan mengurai seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian korban. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor guna membantu proses identifikasi.
Saat ini, tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Jawa Timur, dan Polres Malang masih terus melakukan pendalaman, termasuk menelusuri kemungkinan adanya unsur tindak pidana kekerasan dalam kasus tersebut.
ilustrasi jenazah (dok)