Menkop Tegaskan Tidak Ada Penghentian Ekspansi Ritel Modern

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 13:36
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono berbicara dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kospin Jasa ke-52 di Yogyakarta, Sabtu, 14 Februari 2026. ANTARA/HO-Kemenkop Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono berbicara dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kospin Jasa ke-52 di Yogyakarta, Sabtu, 14 Februari 2026. ANTARA/HO-Kemenkop (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana menghentikan ekspansi jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret. Namun, keberadaan ritel modern tersebut akan diatur, khususnya di kawasan pedesaan.

Menurut Ferry, desa seharusnya tidak didominasi oleh ritel modern karena telah memiliki Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sebagai penggerak ekonomi lokal.

“Iya sebaiknya desa jangan Alfamart dan Indomaret karena sudah ada Kopdes, karena biar uang itu berputar di desa tidak ke pemilik saham yang di Jakarta,” katanya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu, 21 Februari 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons kabar yang menyebut pemerintah akan menghentikan ekspansi ritel modern seiring beroperasinya Kopdes Merah Putih. Ferry menegaskan yang dilakukan pemerintah adalah evaluasi dan penataan ulang, bukan pelarangan total.

“Perlu dievaluasi keberadaan ritel modern yang ada dengan perizinannya. Saya banyak mendengar dari kepala daerah bahwa mereka akan moratorium peraturan tentang keberadaan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart dan harus diatur kembali,” kata dia menambahkan.

Baca Juga: Menkop: Pembangunan Kopdes Merah Putih Capai 1.000 Unit

Ia memastikan, meskipun tanpa dominasi ritel modern di desa, pemerintah telah menyiapkan strategi penguatan Kopdes Merah Putih yang ditargetkan berkembang hingga puluhan ribu unit.

Koperasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja bagi generasi milenial dan Gen Z, sekaligus menjadi saluran distribusi produk lokal dan UMKM.

Selain itu, Kopdes Merah Putih disebut tetap akan membangun kolaborasi dengan warung tradisional, termasuk warung Madura serta ritel berbasis digital.

“Pilihan saya sebagai Menteri Koperasi yang menjalankan fungsi sebagai aparatur ideologis Presiden adalah masyarakat harus menjadi pelaku ekonomi dengan koperasi sebagai badan usahanya. Ada tantangannya pasti, tapi kami optimistis,” ucap dia.

Baca Juga: Menkop Dorong Torasera Jadi Model Nasional Koperasi Berbasis Pesantren

(Sumber: Antara) 

x|close