Ayah Curigai Kematian Bripda Dirja Pratama, Darah di Mulut Sangat Janggal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 15:08
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Bripda Dirja Pratama Polda Sulsel Bripda Dirja Pratama Polda Sulsel (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Kematian Bripda Dirja Pratama (19) meninggalkan duka sekaligus kecurigaan mendalam bagi keluarganya. Dari sejak pertama kali melihat jenazah, sang ayah, Aipda Muhammad Jabir, merasa ada sesuatu yang janggal, terutama karena darah terlihat keluar dari mulut putranya saat berada di rumah sakit.

Bripda Dirja, anggota Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan, meninggal pada Minggu (22/2/2026). Ia sebelumnya disebut-sebut mengalami kondisi tidak sehat di kamar asrama usai sahur, sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Daya Makassar. Namun, bagi keluarga, tanda-tanda fisik pada jasadnya menimbulkan pertanyaan besar.

Ditemui di depan ruang jenazah RSUD Daya Makassar, Jabir menegaskan bahwa keluarganya hanya ingin kejelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada putranya.

“Itulah kita mau tunggu hasilnya, karena ada darah keluar di mulut,” kata Aipda Muhammad Jabir.

Baca Juga: Nasaruddin Umar Jelaskan Alasan Gunakan Jet Pribadi OSO dan Lapor ke KPK

Ia mengingat betul bahwa sehari sebelum meninggal, kondisi Bripda Dirja tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Bahkan, menjelang subuh, almarhum masih sempat berkomunikasi dengan ibunya.

“Waktu subuh komunikasi sama ibunya, baik-baik saja, tidak pernah bilang sakit,” ujarnya.

Bagi keluarga, fakta bahwa darah keluar dari mulut, sesuatu yang mereka saksikan sendiri, adalah indikator penting yang membuat dugaan kematian tak wajar semakin menguat.

Sesampainya di RS Bhayangkara Makassar, keluarga kembali menemukan hal yang sama, darah masih keluar dari mulut almarhum ketika ibunya memeluk jenazah. Penglihatan itu membuat mereka kian curiga bahwa penyebab kematian tidak sesuai dengan keterangan awal.

Bripda Dirja sebelumnya dinyatakan baru selesai sahur dan salat subuh di asrama ketika ia disebut mengeluhkan kondisi tubuhnya. Rekan-rekannya kemudian membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Baca Juga: Pemotor Tewas Dihantam Kereta di Alas Tua Kalideres

Keluarga, yang sejak awal melihat tanda fisik tidak biasa pada jenazah, meminta pemeriksaan lebih lanjut. Jenazah pun dipindahkan ke RS Bhayangkara Makassar untuk visum dan autopsi.

Kecurigaan keluarga berujung pada permintaan resmi agar dilakukan autopsi. Mereka menilai kondisi jenazah tidak selaras dengan penjelasan awal.

Kepala Bidang Propam Polda Sulsel, Kombes Zulham Effendi, menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan apakah ada unsur kekerasan atau penganiayaan.

“Makanya untuk membuktikan itu, kita bawa ke RS Bhayangkara. Saya sudah sampaikan ke dokter yang memeriksa, silakan diperiksa dengan benar, jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang ada kekerasan, harus diungkap,” tambah dia.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil medis untuk memastikan penyebab pasti kematian Bripda Dirja Pratama.

x|close