Kabinet Israel lakukan Rapat Darurat Bahas Skenario Serangan AS ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan konferensi pers setelah pertemuan di klub Mar-a-Lago milik Trump di Palm Beach, Florida, AS, pada 29 Desember 2025. REUTERS/Jonathan Ernst/Foto Arsip. Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan konferensi pers setelah pertemuan di klub Mar-a-Lago milik Trump di Palm Beach, Florida, AS, pada 29 Desember 2025. REUTERS/Jonathan Ernst/Foto Arsip.

Ntvnews.id, Tel Aviv - Kabinet keamanan Israel mengadakan rapat pada akhir pekan lalu untuk membahas kemungkinan aksi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran serta potensi dampak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Stasiun televisi Channel 12 melaporkan para menteri kabinet Israel dijadwalkan menerima paparan komprehensif mengenai Iran dan berbagai front konflik, menyusul penilaian bahwa Washington berpeluang melancarkan serangan dalam waktu dekat.

Dilansir dari Anadolu, Selasa, 24 Februari 2026, sebelum rapat kabinet berlangsung, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut lebih dulu menggelar pertemuan terbatas dengan sejumlah penasihat dan pejabat keamanan.

Pertemuan tersebut membahas kemungkinan respons kelompok Lebanon Hezbollah jika serangan AS terhadap Iran benar-benar terjadi.

Baca Juga: Bahas Iran, Netanyahu Dijadwalkan Bertemu Trump Pekan Ini

Dalam laporannya, media itu menyebutkan masih ada perbedaan pandangan di kalangan pejabat Israel terkait kemungkinan Hezbollah langsung terlibat konflik dengan Israel apabila AS menyerang Iran.

Media tersebut juga menyoroti pandangan yang dominan di Israel bahwa Teheran kemungkinan akan berusaha mengulur waktu dengan mengajukan proposal tambahan terkait program nuklirnya. Namun, peluang tercapainya kesepakatan pada tahap ini dinilai kecil karena masih besarnya perbedaan posisi antara Washington dan Teheran.

Setelah pertemuannya awal bulan ini di Washington dengan Presiden AS Donald Trump, Netanyahu dikabarkan mengaku kesulitan membaca sikap Trump terkait Iran.

“Apakah dia masih bersama kita? Saya khawatir,” kata Netanyahu kepada seorang pejabat Amerika setelah pertemuan tersebut, menurut Channel 12.

Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. <b>(ANTARA)</b> Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (ANTARA)

Sebelumnya, diumumkan bahwa putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Oman dijadwalkan berlangsung pada 26 Februari di Geneva, Swiss.

Kedua negara pertama kali menggelar pertemuan tidak langsung di Oman pada 6 Februari dan sepakat melanjutkan kontak. Pembicaraan kemudian dilanjutkan kembali di Geneva pada 17 Februari.

Isu utama dalam negosiasi mencakup tingkat pengayaan uranium Iran serta status persediaan uranium yang telah diperkaya hingga level tinggi.

x|close