6 Suplemen Yang Bisa Membahayakan Kesehatan Jantung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 16:34
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi suplemen. ANTARA/HO-pixabay Ilustrasi suplemen. ANTARA/HO-pixabay (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - 

Penggunaan suplemen kerap dianggap sebagai langkah praktis untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua suplemen memberikan manfaat. Beberapa di antaranya justru berpotensi meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.

Mengutip siaran Eating Well, Selasa, 24 Februari 2026 Februari 2026 waktu setempat, konsumsi suplemen sebaiknya dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan, khususnya bagi individu yang memiliki riwayat penyakit jantung atau berisiko tinggi mengalami gangguan kardiovaskular.

Berikut enam jenis suplemen yang dinilai perlu diwaspadai:

1. Vitamin E

Vitamin E merupakan antioksidan yang selama ini dikenal baik untuk kesehatan. Meski demikian, konsumsi dalam dosis tinggi melalui suplemen dapat menimbulkan dampak negatif.

Ahli gizi Bess Berger, RDN menjelaskan bahwa vitamin E sebelumnya diyakini mendukung kesehatan jantung. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa dosis tinggi justru berkaitan dengan peningkatan risiko gagal jantung dan stroke hemoragik.

Ahli gizi Violeta Morris, M.S., RDN menambahkan bahwa rekomendasi untuk tidak menggunakan suplemen vitamin E didasarkan pada dua uji klinis yang menemukan peningkatan risiko stroke hemoragik pada dosis 111 dan 200 IU per hari.

Atas temuan tersebut, US Preventive Services Task Force (USPSTF) merekomendasikan agar vitamin E tidak digunakan untuk mencegah penyakit kardiovaskular.

Sebagai alternatif, vitamin E sebaiknya diperoleh dari makanan seperti minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau.

2. Kalsium

Suplemen kalsium juga termasuk yang perlu diperhatikan. Meski penting bagi kesehatan tulang, konsumsi dalam bentuk suplemen dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan pascamenopause yang sehat.

Analisis terhadap 13 uji coba terkontrol secara acak menunjukkan bahwa suplemen kalsium meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 15 persen pada kelompok tersebut.

“Kalsium dapat berkontribusi pada kalsifikasi arteri (penumpukan kristal kalsium keras pada dinding arteri), meningkatkan risiko penyakit jantung," tambah Berger.

Meski demikian, suplemen kalsium tetap dapat digunakan untuk mencegah osteoporosis, terutama bagi mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan kalsium dari makanan. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap disarankan.

Baca Juga: Olahraga Aerobik Teratur Baik Untuk Kesehatan Jantung

3. Suplemen Energi Atau Penurun Berat Badan

Banyak suplemen energi dan penurun berat badan mengandung stimulan seperti kafein dosis tinggi atau senyawa mirip efedra. Dalam jumlah moderat, kafein dari kopi atau teh relatif aman. Namun, dalam bentuk suplemen dengan konsentrasi tinggi, efeknya bisa membebani jantung.

“Hal ini dapat menyebabkan tekanan pada sistem kardiovaskular Anda, peningkatan tekanan darah dan detak jantung, serta berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung,” kata Berger.

4. Beta Karoten

Beta karoten adalah antioksidan yang ditemukan dalam sayuran berwarna kuning, oranye, hijau, dan tomat. Jika diperoleh dari makanan alami, zat ini bermanfaat. Namun, suplemen beta karoten dosis tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama pada perokok.

US Preventive Services Task Force menyimpulkan bahwa konsumsi 20 hingga 30 miligram beta karoten per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular pada perokok.

“Potensi bahaya dari suplementasi beta karoten dosis tinggi mungkin disebabkan oleh interaksi dengan senyawa lain dalam asap tembakau,” ucap Morris.

5. Akar Manis

Suplemen akar manis atau licorice sering dipromosikan untuk berbagai keluhan kesehatan. Namun, penelitian menunjukkan adanya potensi bahaya bagi jantung.

“Suplemen licorice, atau suplemen yang mengandung licorice sebagai bahan sekunder, harus dihindari untuk kesehatan jantung karena mengandung glisirizin, enzim yang dapat menyebabkan tubuh menahan natrium dan menyebabkan tekanan darah tinggi,” kata Ahli Gizi Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, CDN.

Risiko ini lebih besar bagi penderita hipertensi.

Baca Juga: Rahasia Teh Hijau: Minuman Sehat Kaya Antioksidan

6. Beras Ragi Merah

Suplemen beras ragi merah kerap digunakan untuk menurunkan kolesterol. Namun, kandungan aktifnya yang disebut monacolin K memiliki struktur serupa dengan lovastatin, obat penurun kolesterol.

"Bahan aktif dalam beras ragi merah yang membantu menurunkan kolesterol disebut monacolin K, yang dikaitkan dengan risiko tinggi kerusakan otot, ginjal dan hati,” katanya.

Selain itu, banyak produsen tidak mencantumkan kadar monacolin K secara jelas, bahkan ada yang menambahkan lovastatin secara ilegal.

Sebagai langkah yang lebih aman, para ahli menyarankan perubahan gaya hidup untuk menjaga kesehatan jantung, seperti rutin berolahraga, mengelola stres, tidur cukup, serta menerapkan pola makan sehat yang kaya buah, sayuran, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan minyak nabati non-tropis.

(Sumber: Antara)

x|close